Kemenperin Gandeng Swiss-Jerman Cetak SDM Industri Global

Dok.Kemenperin

FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Swiss dan Jerman untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global.

Kolaborasi tersebut dijalankan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin bersama State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swisscontact, dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Bacaan Lainnya

Kerja sama ini menjadi bagian dari penyelenggaraan National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026 yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, hingga transisi menuju ekonomi hijau menuntut tersedianya SDM industri yang adaptif dan memiliki kompetensi bertaraf internasional.

“Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas nasional sekaligus fondasi pembangunan SDM industri,” ujar Agus, Selasa (21/7).

Menurutnya, kemitraan dengan berbagai negara menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur modern.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan, kerja sama dengan Swiss dan Jerman telah berlangsung sejak 2018 melalui program Skills for Competitiveness (S4C) bersama SECO serta dukungan GIZ dalam reformasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

Program tersebut kini berlanjut melalui S4C Fase 2 bersama Swisscontact dan program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) yang didukung GIZ.

Doddy menyebut kolaborasi itu telah menghasilkan berbagai capaian, mulai dari penyediaan peralatan praktik modern, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan peserta didik, hingga penguatan kelembagaan sesuai standar industri manufaktur.

“Yang terpenting, kami berhasil membangun budaya kolaborasi. Sekolah dan industri harus menjadi mitra dalam mencetak talenta masa depan,” katanya.

BPSDMI juga terus memperluas kerja sama dengan dunia usaha melalui penguatan sistem pendidikan ganda (dual system), pelatihan In-Company Trainer, pengembangan Career Development Center, serta digitalisasi layanan vokasi untuk meningkatkan penyerapan lulusan di sektor manufaktur.

Head of Cooperation SECO, Violette Ruppanner, menegaskan investasi pada keterampilan merupakan investasi bagi manusia, dunia usaha, dan daya saing ekonomi.

Sementara itu, Deputy Country Director GIZ, Shameer Khanal, menilai keberhasilan transisi menuju industri hijau sangat bergantung pada tenaga kerja yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan yang memadai.

Melalui National DVET 2026, para pemangku kepentingan membahas penguatan In-Company Trainer, Teaching Factory, kurikulum berbasis industri, magang terstruktur, serta pengembangan green jobs guna mendukung transformasi industri nasional yang berkelanjutan.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *