FACEINDONESIA.CO.ID- Fasilitas manufaktur BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, ditargetkan mampu menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja lokal saat mencapai kapasitas produksi penuh.
Saat ini, pabrik BYD Subang telah menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring peningkatan kapasitas produksi dan berkembangnya industri pendukung kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, kehadiran pabrik BYD di Subang bukan hanya untuk memproduksi kendaraan di dalam negeri, tetapi juga membangun kemampuan industri, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan keterlibatan tenaga kerja Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru.
“Kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia. Ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru,” ujar Eagle saat peresmian pabrik di Subang, Kamis (3/9/2026).
Selain penyerapan tenaga kerja, BYD telah melibatkan lebih dari 200 mitra dalam rantai pasok industri di Indonesia. Perusahaan juga menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan yang diproduksi di Indonesia mencapai 60 persen pada Januari 2027.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menilai pembangunan pabrik BYD di Subang tidak hanya menjadi investasi otomotif, tetapi juga bagian dari pengembangan ekosistem industri baru di Indonesia.
Menurut Luhut, investasi besar seperti pabrik BYD diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri pendukung, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan penguasaan teknologi.
“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia. Satu investasi besar harus melahirkan industri-industri baru di sekelilingnya,” kata Luhut.
Pabrik BYD Subang berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Fasilitas tersebut dibangun selama sekitar 20 bulan dan menjadi fasilitas produksi BYD ke-13 secara global.
Dengan peningkatan kapasitas produksi, penggunaan komponen lokal, serta target penyerapan lebih dari 20.000 tenaga kerja, pabrik BYD Subang diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan industri kendaraan energi baru di Indonesia.(ZID)






