FACEINDONESIA.CO.ID-Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan audiensi dan dialog bersama para pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi daerah dalam penyempurnaan kebijakan pendidikan nasional. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Cikembar tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, organisasi profesi guru, kepala sekolah, serta unsur pendidikan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kemendikdasmen yang membuka ruang dialog secara langsung dengan pemerintah daerah dan insan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena memaparkan sejumlah kondisi dan tantangan pendidikan di daerah, termasuk berbagai masukan dari para pendidik dan pemangku kepentingan. Berbagai aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan maupun penyempurnaan kebijakan pendidikan di tingkat nasional.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wamendikdasmen Fajar menegaskan bahwa pemerintah terus membuka ruang dialog dengan daerah agar setiap kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Fajar mengatakan bahwa kunjungan ke daerah merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah tidak hanya menyusun kebijakan dari pusat, tetapi juga mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami turun ke daerah untuk mendengar aspirasi. Dari setiap kebijakan tentu ada penyesuaian dan evaluasi. Karena itu, masukan dari daerah menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan pendidikan yang sedang kami lakukan,” ujar Fajar, Rabu (5/8).
Dalam dialog tersebut, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan sarana dan prasarana sekolah, hingga upaya mengatasi Angka Tidak Sekolah (ATS). Menurut Fajar, persoalan tersebut hanya dapat diselesaikan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, satuan pendidikan negeri maupun swasta, serta penyelenggara pendidikan formal dan nonformal.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus mengembangkan berbagai jalur layanan pendidikan, termasuk Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), agar semakin banyak anak memperoleh akses belajar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, Wamendikdasmen Fajar juga menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi satuan pendidikan untuk Kabupaten Sukabumi pada tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berharap dukungan tersebut dapat dikelola secara akuntabel sehingga berdampak nyata terhadap terciptanya lingkungan belajar yang semakin aman, nyaman dan berkualitas.
“Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini dapat mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang semakin berkualitas di Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Sebelum mengikuti dialog, Wamendikdasmen meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu ruang kelas SMP Negeri 1 Cikembar. Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dengan para peserta didik untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik sekaligus mendengarkan pengalaman mereka selama mengikuti program.
Berdasarkan hasil peninjauan, pelaksanaan MBG berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari para peserta didik. Wamendikdasmen menegaskan bahwa setiap masukan dari sekolah akan menjadi bagian evaluasi untuk mendukung penyempurnaan pelaksanaan program ke depan semakin optimal.
Mengakhiri kunjungannya, Wamendikdasmen Fajar mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Sukabumi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Ia berharap setiap aspirasi yang disampaikan dalam dialog tersebut dapat menjadi landasan bagi kebijakan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan daerah serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.(ZID)






