FACEINDONESIA.CO.ID- Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dinilai membantu meningkatkan kualitas sarana dan layanan pendidikan di daerah.
Bangkalan menjadi salah satu wilayah dengan alokasi revitalisasi terbesar di Jawa Timur. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas perhatian terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan.
“Program revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan harapan dan manfaat bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan,” ujar Lukman.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, Bangkalan merupakan salah satu daerah penerima alokasi revitalisasi terbesar di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Fajar saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/9/2026). Menurutnya, peningkatan dukungan revitalisasi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengurangi ketimpangan pendidikan melalui pemerataan akses pendidikan berkualitas.
“Meningkatnya bantuan revitalisasi untuk Kabupaten Bangkalan merupakan wujud komitmen pemerintah pusat untuk mengatasi ketimpangan pendidikan. Kita awali dari pemerataan akses yang berkualitas dan ke depan diharapkan berdampak pada peningkatan mutu,” jelas Fajar.
Dalam pelaksanaannya, program revitalisasi satuan pendidikan menerapkan prinsip swakelola dan pemberdayaan masyarakat. Setiap proyek rata-rata melibatkan 10 hingga 15 tenaga kerja lokal serta menggunakan material bangunan dari daerah setempat.
Dengan demikian, revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Fajar menyebut, berdasarkan evaluasi program pada 2025, Kemendikdasmen berhasil melibatkan lebih dari 200 ribu tenaga kerja. Besaran anggaran revitalisasi disesuaikan dengan tingkat kerusakan sekolah, mulai dari sekitar Rp100 juta hingga lebih dari Rp1 miliar.
Untuk menjaga keberlanjutan hasil revitalisasi, Bupati Lukman meminta kepala sekolah penerima bantuan memperhatikan pemeliharaan sarana dan prasarana, termasuk memanfaatkan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Yang sudah dibangun harus dijaga dan dirawat. Saya minta 10 tahun tidak boleh rusak, sehingga kenyamanan dalam proses belajar mengajar anak-anak kita dapat berjalan dengan baik,” tegas Lukman.(ZID)






