FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tahun 2026 di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9).
Peluncuran dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan nonformal melalui data yang akurat, valid, mutakhir, dan terintegrasi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk bekerja ke luar negeri.
Abdul Mu’ti mengatakan, data yang terintegrasi dan akurat menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang baik. Melalui pemutakhiran Dapodik, Kemendikdasmen memastikan data lembaga kursus, peserta didik, serta berbagai program intervensi pemerintah dapat tercatat dengan baik.
“Peluncuran Dapodik menjadi bagian penting dari arah kebijakan kami di masa depan, agar data-data pendidikan semakin akurat, valid, up to date, dan terus kita upgrade sehingga menjadi dasar dalam mengambil kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan kursus dan pelatihan,” ujar Abdul Mu’ti.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menambahkan, pemutakhiran data tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan dan pemberian kesempatan kepada peserta didik.
“Data bukan hanya angka. Data menentukan keputusan dan juga intervensi. Pada akhirnya data menentukan siapa yang mendapat kesempatan. Data yang akurat bukan hanya membuat administrasi lahir, tapi juga membuat program lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Menurut Tatang, Dapodik LKP 2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam tata kelola pendidikan nonformal. Data harus diisi dengan benar, diperbarui secara berkala, serta divalidasi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Peluncuran Dapodik lembaga kursus hari ini bukan hanya peluncuran sistem, ini adalah upaya membangun budaya baru dalam tata kelola pendidikan nonformal. Kita ingin data diisi dengan benar, diperbarui secara berkala, divalidasi bersama, dan digunakan untuk mengambil keputusan,” ujarnya.
Pemutakhiran Dapodik LKP 2026 menghadirkan sejumlah penyempurnaan, mulai dari penyederhanaan variabel, penguatan validasi identitas peserta didik, hingga perbaikan mekanisme penarikan dan sinkronisasi data.
Operator LKP Citra International Tourism Institute, Kota Bogor, Adam, menilai tampilan Dapodik LKP 2026 lebih sederhana dan mudah dipahami, terutama bagi pengguna baru. Adanya indikator data yang belum diperbarui sebelum sinkronisasi juga membantu operator mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Perbedaan yang paling terasa menurut saya adalah dari sisi tampilan dan kemudahan penggunaannya. Tampilan Dapodik LKP 2026 terasa lebih sederhana dan lebih mudah dipahami, terutama bagi pengguna baru,” ujar Adam.
Hal serupa disampaikan Ayu, pengguna LKP Amaya, Depok. Menurutnya, akses berbagai fitur kini lebih mudah karena pengisian data dapat dilakukan melalui satu akses website Dapodik.
“Sekarang sangat mudah mengisi karena mudah mengakses semua fitur. Lebih memudahkan mengisi semua data yang perlu dilengkapi di satu akses website Dapodik,” kata Ayu.
Dengan alur pendataan yang lebih sederhana dan terstruktur, Dapodik LKP 2026 diharapkan dapat mengurangi kesalahan, data ganda, dan anomali. Data tersebut nantinya menjadi dasar yang semakin andal untuk perencanaan program, penyaluran bantuan, pemantauan, serta pengambilan kebijakan di bidang pendidikan kursus dan pelatihan.(ZID)






