FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah sebagai langkah awal mengatasi persoalan darurat sampah di Indonesia.
Menurut Zulhas, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat sejak tingkat rumah tangga menjadi kunci agar volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dapat berkurang.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Apel Siaga Jabar Berseka, Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Bandung, Jumat (24/7).
Kegiatan yang diikuti sekitar 4.000 peserta tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Zulhas mengungkapkan, Bandung Raya menghasilkan hampir 2.000 ton sampah setiap hari.
Sementara kapasitas TPA Sarimukti semakin terbatas dan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka masih memerlukan waktu sekitar tiga tahun.
“Karena itu, kita tidak bisa menunggu. Mulailah memilah sampah dari rumah, mengolah yang masih bisa dimanfaatkan, sehingga hanya sampah residu yang masuk ke TPA,” ujar Zulhas.
Ia juga mengingatkan tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 2005 yang menewaskan 157 orang. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi bencana.
Zulhas menilai pembangunan PSEL tetap penting, tetapi bukan satu-satunya solusi.
Sebab, fasilitas itu hanya mampu mengolah sekitar 22 persen volume sampah. Karena itu, pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah harus menjadi kebiasaan masyarakat.
Sampah anorganik, lanjutnya, memiliki nilai ekonomi karena dapat diolah menjadi bahan bakar, energi listrik, hingga pengganti batu bara. Sementara sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos atau pupuk sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Zulhas optimistis target penyelesaian 80 persen persoalan sampah pada 2029 dapat tercapai jika seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, RT/RW, dunia usaha, perguruan tinggi, TNI, hingga masyarakat, bergerak bersama dalam pengelolaan sampah.(ZID)





