Simpeda Capai Rp74,86 Triliun, Asbanda Dorong Digitalisasi

FACEINDONESIA.CO.ID- Tabungan Simpeda terus diperkuat untuk menjawab perubahan perilaku masyarakat di era digital. Hingga Juni 2026, saldo Tabungan Simpeda yang merupakan produk bersama 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia mencapai sekitar Rp74,86 triliun.

Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo mengatakan, capaian tersebut tidak hanya menunjukkan besarnya dana yang dihimpun BPD, tetapi juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah.

Bacaan Lainnya

“Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu.

Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah rekening dan saldo, tetapi juga menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi digital.

“Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah,” katanya.

Transformasi digital diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi nasabah sekaligus memperkuat Simpeda sebagai sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD.

Sebagai produk bersama 27 BPD, Simpeda dinilai memiliki keunggulan berupa jaringan yang luas di berbagai daerah.

“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar,” ujar Agus.

Asbanda juga mendorong penguatan inovasi produk, layanan digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta peningkatan kualitas pelayanan. Pengembangan tersebut diarahkan agar Simpeda semakin relevan bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk generasi muda.

Malam puncak undian Simpeda di Bengkulu turut menjadi momentum mempererat hubungan BPD dengan masyarakat. Sekitar 30 ribu orang disebut menghadiri rangkaian acara tersebut.

Agus menegaskan, undian Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah. Namun, hubungan BPD dengan masyarakat tidak boleh hanya dibangun melalui pemberian hadiah.

“Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.

Asbanda optimistis digitalisasi dan inovasi Simpeda akan semakin memperkuat posisi BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda,” pungkas Agus.(RDI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *