Kredit Pintar Dorong Pinjaman Bertanggung Jawab

FACEINDONESIA.CO.ID- Kredit Pintar mendorong masyarakat menggunakan layanan pendanaan digital secara bijak dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial. Edukasi tersebut dilakukan melalui pendekatan “Teman Atur Uang” yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan dan perilaku pinjaman yang bertanggung jawab.

Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan industri fintech lending. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding fintech lending mencapai Rp105,14 triliun per Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Presiden Direktur Kredit Pintar Ronny Kasim mengatakan, kemudahan akses pembiayaan harus diikuti pemahaman masyarakat dalam menentukan jumlah pinjaman, menjaga arus kas, serta menyelesaikan kewajiban sesuai kemampuan.

“Memberikan akses pembiayaan adalah satu bagian dari peran kami. Namun, peran yang lebih besar adalah membantu masyarakat memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai dengan kemampuan, dan tetap memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi,” kata Ronny dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, masyarakat perlu mempertimbangkan bukan hanya berapa besar pinjaman yang dapat diperoleh, tetapi juga jumlah yang benar-benar sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar.

Pendekatan “Teman Atur Uang” diterapkan melalui tiga prinsip, yakni Jaga Cash Flow, Pahami & Pilih, serta Tetap Terkontrol.

Jaga Cash Flow membantu pengguna menyesuaikan pendanaan dengan kondisi keuangan. Pahami & Pilih menekankan pentingnya informasi yang jelas mengenai konsekuensi pendanaan. Sementara Tetap Terkontrol mendorong pengguna mengelola kewajiban hingga pinjaman selesai.

Head of Business and Operations Kredit Pintar Irgo Bachtiar mengatakan, perluasan akses pembiayaan harus berjalan seiring dengan prinsip responsible lending.

“Memperluas akses pembiayaan tidak berarti menurunkan kualitas kredit. Kami justru memanfaatkan data dan teknologi untuk memahami kondisi serta kemampuan setiap customer dengan lebih baik, sehingga pendanaan dapat diberikan secara lebih tepat,” ujar Irgo dalam diskusi Fintech Lending Days 2026 yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20-21 Agustus 2026 di Denpasar, Bali.

Irgo menambahkan, responsible lending juga mencakup perlakuan yang bertanggung jawab kepada pengguna, termasuk dalam proses penagihan.

“Responsible lending juga berarti memberikan responsible treatment, termasuk melalui pendekatan collection yang lebih relevan dan empatik,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis tidak cukup diukur dari besarnya nilai penyaluran. Perusahaan juga perlu memastikan pembiayaan diberikan secara tepat dan membantu pengguna tetap mampu mengendalikan kondisi keuangannya.

Transparansi menjadi salah satu bagian penting. Informasi mengenai biaya, tenor, jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo hingga total kewajiban perlu disampaikan secara jelas agar masyarakat memahami konsekuensi keputusan pendanaan.

Ronny mengatakan, masa depan pendanaan digital tidak hanya ditentukan oleh kemudahan akses, tetapi juga kemampuan masyarakat mengambil keputusan finansial secara tepat.

Melalui program “Teman Atur Uang”, Kredit Pintar mendorong masyarakat beralih dari sekadar memperoleh akses pembiayaan menuju pengambilan keputusan keuangan yang lebih bertanggung jawab.

Kredit Pintar menyebut platformnya telah diunduh lebih dari 36 juta kali. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang disalurkan telah mencapai lebih dari Rp66 triliun.

Kredit Pintar merupakan platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK serta bagian dari Atome Financial.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *