PRUVIU Bantu Koperasi Tekan Kredit Macet Lewat Solusi Digital

Dok.Pruviu

FACEINDONESIA.CO.ID – Pruviu memperkenalkan solusi digital untuk membantu koperasi menekan risiko kredit macet dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkopontren, Kamis (21/5/2026). Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kualitas tata kelola pembiayaan koperasi agar lebih modern, aman, dan efisien.

Sebagai perusahaan system integrator di sektor jasa keuangan, PRUVIU menghadirkan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempermudah integrasi data perkreditan antara industri jasa keuangan dan koperasi.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT Pruden Visi Utama, Maulana Irfan Sufa, mengatakan koperasi membutuhkan sistem pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi agar mampu bersaing dan berkembang di era digital.

“Kami ingin koperasi mendapatkan layanan setara perbankan dengan biaya lebih efisien dan operasional yang lebih sederhana,” ujar Maulana dalam Rakernas Inkopontren.

Melalui platform tersebut, koperasi simpan pinjam dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dapat mengakses layanan analisis kelayakan pembiayaan secara lebih akurat. Sistem juga dilengkapi fitur pelaporan otomatis untuk mempermudah operasional harian.

PRUVIU menawarkan sejumlah keunggulan seperti biaya yang lebih terjangkau melalui skema kolektif, sistem operasional yang praktis, serta dukungan pelaporan otomatis guna meningkatkan efisiensi dan kepatuhan lembaga.

Menurut Maulana, solusi khusus untuk koperasi masih sangat terbatas, padahal sektor ini membutuhkan teknologi mitigasi risiko yang sesuai dengan karakteristik usaha koperasi.

Selain itu, PRUVIU telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan pengelolaan data pengguna sesuai standar internasional dan regulasi perlindungan data pribadi.

Kredit macet masih menjadi tantangan utama koperasi simpan pinjam di Indonesia. Penyebabnya antara lain lemahnya analisis kelayakan peminjam, manajemen risiko internal yang belum optimal, hingga faktor moral hazard debitur.

Dengan pemanfaatan teknologi digital, koperasi diharapkan mampu memperkuat mitigasi risiko, meningkatkan kualitas pembiayaan, serta menjaga kesehatan lembaga secara berkelanjutan. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *