LSPR-SBM ITB Luncurkan Mini MBA untuk Cetak Pemimpin Tepercaya

FACEINDONESIA.CO.ID- Dunia bisnis yang terus berkembang menuntut pemimpin memiliki kemampuan lebih dari sekadar mengambil keputusan strategis. Pemimpin juga perlu mampu membangun kepercayaan serta mendapatkan dukungan dari karyawan, pelanggan, investor, regulator hingga publik.

Menjawab kebutuhan tersebut, LSPR Institute of Communication and Business bersama Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) meluncurkan program Mini MBA in Strategic Communication and Business Leadership di LSPR Transpark Campus, Bekasi, Jumat (4/9/2026).

Program eksekutif ini memadukan strategi bisnis dengan komunikasi strategis untuk membekali para pemimpin menghadapi perkembangan teknologi, dinamika pasar, serta tantangan dari berbagai pemangku kepentingan.

Founder & CEO LSPR Institute Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani mengatakan, keberhasilan strategi bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas keputusan. Pemimpin juga harus mampu menyelaraskan tindakan perusahaan dengan harapan para pemangku kepentingan.

“Kebutuhan pemimpin saat ini tidak lagi terkotak-kotak. Keberhasilan eksekusi strategi bisnis sangat bergantung pada seberapa efektif pemimpin mampu menyelaraskan tindakan dengan harapan pemangku kepentingan,” ujar Prita.

Menurutnya, kolaborasi LSPR Institute dan SBM ITB diharapkan melahirkan eksekutif yang mampu merancang strategi sekaligus membangun dukungan dalam ekosistem bisnis.

Melalui Mini MBA ini, peserta tidak hanya mempelajari strategi bisnis dan penciptaan nilai, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan keputusan, mengelola hubungan dengan stakeholder, menjaga reputasi, serta menghadapi krisis.

Program tersebut memiliki empat kompetensi utama, yakni strategi bisnis dan pengambilan keputusan, inovasi dan penciptaan nilai, komunikasi strategis dan stakeholder engagement, serta reputasi, brand, dan crisis communication.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SBM ITB Prof. Donald Crestofel Lantu menilai komunikasi merupakan bagian penting dalam memastikan strategi bisnis dapat berjalan dan memberikan dampak.

“Pemimpin transformatif adalah mereka yang mampu menghubungkan hal-hal yang sering dipisahkan: strategi dan komunikasi, bisnis dan masyarakat, kinerja dan tujuan, pengambilan keputusan dan kepercayaan, serta pemikiran dan tindakan,” kata Donald.

Sementara itu, Ketua Tim Program Mini MBA LSPR x SBM ITB sekaligus Dekan Fakultas Bisnis LSPR Institute, Dr. Yuliana Riana Prasetyawati, mengatakan kemampuan bisnis dan komunikasi semakin sulit dipisahkan.

Menurutnya, strategi bisnis menentukan arah organisasi dan menciptakan nilai, sedangkan komunikasi strategis berperan membangun pemahaman, kepercayaan, dan dukungan agar strategi dapat diwujudkan. Karena itu, program Mini MBA dirancang dengan pendekatan lintas disiplin.

Program ini menyasar manajer senior, kepala unit bisnis, pimpinan komunikasi korporat, profesional public relations, hingga calon pemimpin masa depan.

Melalui Mini MBA in Strategic Communication and Business Leadership, LSPR Institute dan SBM ITB ingin mencetak pemimpin yang tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan, tetapi juga mampu menjelaskan alasan di balik keputusan, membangun kepercayaan, dan mengajak berbagai pihak bergerak bersama mencapai tujuan organisasi.(DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *