FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy menegaskan swasembada pangan menjadi fondasi utama transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) 2026 di Hotel Artotel Senayan, Jakarta.
Mengusung tema “Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, Rachmat mengatakan Indonesia diproyeksikan memiliki sekitar 324 juta penduduk pada 2045 dengan mayoritas berada di usia produktif.
Kondisi tersebut menuntut peningkatan produktivitas pertanian, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, transformasi sektor pertanian harus didorong melalui penerapan smart agriculture, digitalisasi data pangan, mekanisasi, biofortifikasi, serta penguatan riset dan inovasi.
Rachmat juga berharap PISPI semakin berperan aktif setelah melakukan rebranding organisasi. Ia menilai dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian semakin kuat, ditandai dengan hadirnya Menteri Koordinator Bidang Pangan pada pemerintahan Presiden Prabowo.
“Ini menjadi momentum penting bagi PISPI untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ujarnya.
PISPI merupakan organisasi profesi yang menghimpun akademisi, peneliti, praktisi, dan intelektual pertanian untuk mendorong lahirnya gagasan, riset, dan inovasi di sektor pangan.
Sekjen PISPI demisioner Kamhar Lakumani mengatakan Munas IV digelar secara hybrid dan diikuti pengurus pusat serta perwakilan dari 18 provinsi.
Dalam Munas tersebut, peserta juga menetapkan Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden (KSP), Prof. Dr. Achmad Tjahya Nugraha, sebagai Ketua Umum PISPI periode 2026-2031 secara aklamasi.(BRA)





