FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinergi ekosistem pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) yang mudah dan sederhana.
Pembelajaran STEM dikembangkan untuk menumbuhkan pola pikir kritis dan inovatif pada peserta didik. Penerapannya mengusung prinsip 5M, yakni Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful, sehingga dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari serta kearifan lokal.
Penerapan STEM di sekolah perlu didukung peningkatan kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, inspiratif, dan berdampak bagi murid. Kemendikdasmen menargetkan 3.272 guru menjadi sasaran pengimbasan melalui fasilitator daerah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan penguatan STEM merupakan bagian dari berbagai program prioritas peningkatan kompetensi guru.
“Dengan implementasi terarah, pembelajaran STEM dengan prinsip 5M yang erat dengan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan Generasi Emas bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Nunuk.
Kemendikdasmen juga telah membentuk 155 Fasilitator Nasional melalui pelatihan yang bekerja sama dengan Monash University, SEAQIS, dan Korea National University of Education. Penguatan kompetensi tersebut mencakup pelatihan teknis, micro-credential, dan lokakarya lintas jenjang.
Nunuk menegaskan, keberhasilan Program STEM Nasional membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga mitra pembangunan dan Pusat Belajar Guru.
Sementara itu, guru RA Miftahul Falah Dawe, Fitri Anggraeni, mengajak para pendidik terus meningkatkan kompetensi dan saling berbagi pengalaman dalam mengajar.
Senada, guru TKIT Umar bin Khatab, Annisa, berharap Program STEM Nasional dapat mendorong guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif untuk menumbuhkan pola pikir kritis anak sejak dini.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengapresiasi peluncuran Program STEM Nasional. Ia menyatakan program tersebut akan diimplementasikan secara bertahap di berbagai jenjang pendidikan.
Menurut Anggun, pihaknya membuka peluang pelaksanaan piloting di satu atau dua sekolah sebelum diterapkan secara lebih luas di Kabupaten Kudus. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan diperkuat untuk mendukung penerapan STEM.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara, Adi Hananto, turut menyambut baik program tersebut. Ia berharap STEM dapat diterapkan secara menyeluruh di Jepara melalui dukungan komunitas belajar guru.
Pendekatan STEM mendorong anak belajar melalui persoalan nyata, bukan sekadar menghafal rumus. Dengan prinsip 5M, pembelajaran STEM dapat dimulai dari lingkungan sekitar dan diterapkan oleh guru di berbagai jenjang serta kondisi sekolah.
Melalui slogan “Berani Mencoba, Kreatif Mencipta”, Program STEM Nasional diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan generasi yang kritis, kreatif, dan inovatif menuju Indonesia Emas 2045.(ZID)






