Kementan Perkuat Hilirisasi Hortikultura, Genjot Ekspor Durian dan Produk Unggulan

Dok. Kementan

FACEINDONESIA.CO.ID – Produk hortikultura Indonesia semakin mendapat perhatian pasar global. Permintaan terhadap komoditas unggulan nasional seperti durian, buah tropis, hingga produk olahan terus menunjukkan tren positif.

Melihat peluang tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memperkuat strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor produk hortikultura ke pasar internasional. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Bacaan Lainnya

Direktur Hilirisasi Hortikultura Ditjen Hortikultura, Freddy Lumban Gaol, mengatakan kinerja ekspor hortikultura Indonesia terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Meski volume ekspor pada 2025 sedikit menurun, nilai ekspornya justru meningkat.

“Nilai ekspor hortikultura terus tumbuh. Ini menunjukkan produk Indonesia semakin memiliki daya saing dan mendapatkan apresiasi lebih tinggi di pasar global,” ujar Freddy dalam talkshow Prospek Bisnis Durian di Indonesia pada ajang Nusatic–Nusapet–Nusahorti di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (14/6).

Menurutnya, hilirisasi menjadi strategi penting agar komoditas hortikultura tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor.

Saat ini Indonesia memiliki sedikitnya 12 komoditas hortikultura unggulan ekspor. Salah satu yang terus menunjukkan peningkatan permintaan adalah durian, terutama dari pasar China serta sejumlah negara lain seperti India, Pakistan, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Freddy menjelaskan, Kementan juga membangun sistem agribisnis yang terintegrasi, mulai dari penyediaan benih unggul, budidaya, registrasi kebun, pascapanen, distribusi, hingga promosi dan pemasaran internasional.

Melalui program Hilirisasi Hortikultura dan dukungan Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), pemerintah memberikan fasilitasi rumah kemas, sertifikasi, registrasi kebun, pengawasan mutu, hingga business matching dengan calon pembeli luar negeri.

“Kami ingin memastikan hilirisasi memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha,” katanya.

Selain memperkuat kualitas produk, Kementan juga membidik pasar diaspora Indonesia, jaringan ritel modern, sektor hotel-restoran-kafe (Horeka), hingga kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Ke depan, ajang Nusa Horti akan dikembangkan sebagai ruang kurasi nasional bagi pelaku usaha hortikultura yang siap masuk pasar global dengan standar kualitas dan kontinuitas ekspor. (HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *