FACEINDONESIA.CO.ID – Melalui kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Kementerian Sosial (Kemensos), layanan konseling sebaya akan dikembangkan guna mendeteksi persoalan psikologis sejak dini sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan remaja.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang mengedepankan pendekatan konselor sebaya.
Program ini diharapkan mampu membantu siswa menghadapi berbagai persoalan remaja sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengatakan keluarga merupakan unit terkecil yang memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Sekolah Rakyat dinilai menjadi ruang strategis untuk menghadirkan berbagai program pendampingan bagi peserta didik.
Menurut Isyana, remaja umumnya lebih nyaman berbagi cerita dengan teman seusianya. Atas dasar itu, PIK-R menghadirkan konselor sebaya yang telah mendapatkan pembekalan agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental.
Apabila ditemukan siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka akan dirujuk kepada psikolog maupun tenaga profesional yang berkompeten. Selain itu, Program Generasi Berencana (Genre) juga akan dilibatkan sebagai wadah pendampingan bersama para ahli.
Kemendukbangga/BKKBN juga berencana melatih siswa Sekolah Rakyat menjadi konselor sebaya melalui jaringan Genre dan PIK-R. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat dukungan antarsiswa dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Selain penguatan PIK-R, Program Sekolah Siaga Kependudukan akan diintegrasikan untuk mendukung pendidikan kependudukan sekaligus membangun karakter peserta didik.
“Kami berharap pengembangan PIK-R dapat memperkuat kolaborasi dengan Sekolah Rakyat dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Isyana.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara jajaran Kemendukbangga/BKKBN dan Kemensos yang membahas pengembangan layanan konseling sebaya, edukasi kesehatan reproduksi sesuai usia, hingga penguatan deteksi dini kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Kedua kementerian juga menekankan pentingnya peran wali asuh dan tenaga pendamping melalui pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan media edukasi agar program memberikan manfaat nyata bagi siswa.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menyusun mekanisme implementasi serta menyiapkan program percontohan (pilot project) di Sekolah Rakyat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menilai sinergi antara Kemensos dan BKKBN sangat penting karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam dan menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja yang membutuhkan pendampingan bersama.(ZID)





