Pendidikan Antikorupsi Perkuat Karakter Murid

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Pendidikan antikorupsi menjadi salah satu strategi penting guna membentuk karakter pendidik, murid, dan warga sekolah yang berintegritas, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai moral serta etika kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Inspektorat Jenderal bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen, menggelar Internalisasi Pendidikan Antikorupsi dan Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Penasehat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, memandang bahwa saat ini Indonesia tengah berada pada momentum penting untuk menjadi negara maju, berdaya saing, dan berkeadilan. Salah satu fondasi utama guna mewujudkan cita-cita tersebut adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki moral yang kuat.

Bacaan Lainnya

“Sektor pendidikan memiliki peran strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, keberanian, kesederhanaan, serta sikap saling menghargai kepada para generasi bangsa,” ujar Masmidah Abdul Mu’ti, di Tangerang Selatan, Selasa (28/7).

Kepada seluruh peserta acara, Masmidah menuturkan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Di lingkungan keluarga, anak mulai belajar mengenai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai moral melalui perilaku teladan orang tua.

Peran perempuan, khususnya para ibu menurutnya sangat strategis dalam membangun karakter keluarga. Ketika seorang ibu membiasakan hidup jujur, sederhana, disiplin, serta menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak-anaknya, sejatinya ia sedang berkontribusi dalam membangun fondasi bangsa yang bebas dari praktik korupsi.

“Karena itu, DWP memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat budaya integritas, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tuturnya.

Selain keluarga, Masmidah menegaskan bahwa sekolah juga memiliki peran yang sama besarnya dalam membentuk karakter murid. Penguatan pendidikan antikorupsi dijelaskannya harus berjalan beriringan dengan implementasi budaya sekolah yang aman dan nyaman.

“Sekolah yang aman dan nyaman akan melahirkan murid yang percaya diri, berani, menghargai keberagaman, serta mampu mengembangkan karakter positif. Dari lingkungan pendidikan, nilai-nilai antikorupsi akan tumbuh dan menjadi bagian dari budaya sehari anak Indonesia memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang menghormati martabat manusia,” papar Masmidah.

Penguatan Antikorupsi Kemendikdasmen

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, mengatakan bahwa forum ini bertujuan untuk memperkuat penanaman nilai-nilai integritas sekaligus meningkatkan pemahaman seluruh warga sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Baginya, pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kecerdasan intelektual, namun juga bertujuan membentuk karakter, moralitas, dan integritas murid.

“Penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan kepedulian, menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan korupsi. Dengan begitu, penguatan budaya antikorupsi harus dimulai sejak dini melalui pendidikan karakter yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” ujar Faisal.

Selain penguatan budaya antikorupsi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya implementasi budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai langkah preventif dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan di satuan pendidikan. Faisal menyebut bahwa keberhasilan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata, melainkan dengan sinergi seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari keluarga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, media massa, hingga masyarakat.

“Semoga seluruh warga sekolah akan semakin memahami pentingnya nilai-nilai integritas serta mampu mengimplementasikan budaya sekolah yang aman dan nyaman secara berkelanjutan. Dengan demikian, satuan pendidikan diharapkan menjadi ruang yang kondusif bagi tumbuh kembang murid sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Faisal.

Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida dengan melibatkan 1000 peserta secara daring, 150 peserta luring yang terdiri atas kepala sekolah, guru di Kota Tangerang Selatan, pengurus DWP Kemendikdasmen, serta perwakilan pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Untuk memberikan perspektif yang komprehensif, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, di antaranya unsur Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Penguatan Karakter, serta psikolog yang membahas strategi penanganan kekerasan di satuan pendidikan. (ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *