Pemerintah Percepat Pembangunan Rel Kereta Nasional hingga 10.524 Km

Dok. Kemenhub

FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer (km) untuk memperkuat konektivitas antardaerah, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Dudy, pembangunan perkeretaapian bukan hanya menghadirkan infrastruktur transportasi, tetapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta menciptakan distribusi logistik yang lebih efisien.

Saat ini, jaringan kereta aktif nasional tercatat sekitar 6.927 km yang tersebar di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan perluasan jaringan hingga 10.524 km, termasuk pengembangan kereta perkotaan sebagai penopang mobilitas masyarakat.

Pengembangan dilakukan sesuai karakteristik wilayah. Di Sumatera, fokus diarahkan pada angkutan barang dan mobilitas warga. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pembangunan rel ditujukan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta aktivitas ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis yang dipacu antara lain pembangunan Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, serta perluasan layanan kereta perkotaan di berbagai daerah.

Di Pulau Jawa, pemerintah juga memperkuat kapasitas layanan perkotaan melalui elektrifikasi jalur serta pengembangan kereta semi cepat dan kereta cepat.

Selain itu, layanan gerbong khusus untuk petani dan pedagang terus diperluas. Program ini telah berjalan di sejumlah daerah seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember hingga Banyuwangi.

Pemerintah optimistis penguatan jaringan perkeretaapian akan menjadi tulang punggung transportasi massal dan logistik nasional sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan daya saing Indonesia. (HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *