Nusa Horti di ICE BSD, Kementan Dorong Petani Tembus Pasar Lebih Luas

Dok.Kementan

FACEINDONESIA.CO.ID-Gelaran Nusa Horti di ICE BSD, Tangerang, menjadi ajang promosi sekaligus penguatan akses pasar bagi produk hortikultura nasional. Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mempertemukan petani, pelaku usaha, dan buyer untuk membuka peluang transaksi bisnis berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol mengatakan, Nusa Horti digelar untuk memperkenalkan kekayaan produk hortikultura Indonesia kepada masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Menurut Freddy, Indonesia memiliki banyak komoditas unggulan seperti buah, sayuran, tanaman obat hingga tanaman hias yang layak bersaing di pasar yang lebih luas.

“Lewat pameran ini masyarakat dapat mengenal, mencoba, dan semakin mencintai produk hortikultura lokal Indonesia,” ujar Freddy saat menghadiri rangkaian Nusatic–Nusapet–Nusa Horti di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (12/6).

Kegiatan yang dibuka Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding itu berlangsung hingga Minggu (14/6).

Freddy menegaskan, seluruh peserta yang terlibat merupakan petani dan pelaku usaha yang percaya pada kualitas produknya. Karena itu, pemerintah hadir untuk memberikan ruang promosi agar produk hortikultura nasional makin dikenal masyarakat.

Berbagai produk unggulan dipamerkan dalam ajang tersebut, mulai dari jeruk dan salak Bali, manggis, mangga, hingga produk olahan seperti keripik salak asal Wonosobo.

Tak hanya menjadi sarana promosi, Nusa Horti juga membuka peluang kerja sama bisnis melalui fasilitas business matching yang mempertemukan buyer dengan pelaku usaha secara langsung.

“Kami ingin setelah pengunjung mengenal dan mencoba produknya, mereka tertarik melakukan pembelian lanjutan. Karena itu disiapkan ruang pertemuan bisnis agar tercipta kerja sama berkelanjutan,” kata Freddy.

Untuk memperkuat pemasaran, Kementan turut menggandeng Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melalui proyek Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).

Salah satu pengembangan yang disiapkan ialah Project Management Information System (PMIS), platform digital yang menghubungkan aktivitas hortikultura dari proses budidaya hingga promosi dan pemasaran secara daring.

Sementara itu, Kepala Kelompok Fungsi Pemasaran Ditjen Hortikultura Kementan, Dina Martha Susilawati, menyebut antusiasme pengunjung terhadap stan hortikultura cukup tinggi sejak hari pertama.

Sebanyak 15 pelaku usaha ikut memasarkan produknya melalui fasilitasi Direktorat Jenderal Hortikultura. Bahkan sejumlah buyer mulai menjalin komunikasi untuk peluang kerja sama lanjutan.

Kepala Tim Kerja Humas Ditjen Hortikultura Kementan, Alif Al Syahban menambahkan, Nusa Horti merupakan bagian dari strategi memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk hortikultura nasional.

Melalui langkah ini, Kementan berharap produk unggulan daerah semakin dikenal dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani serta pelaku usaha.(HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *