Kawal Kerukunan Umat dan Toleransi, Ini Pesan Presiden di HUT ke-80 Bhayangkara

Presiden Prabowo Subianto, saat memimpin Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Hadir langsung menyaksikan jalannya upacara, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar. Dok. Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hakikat keamanan nasional yang sejati tidak hanya diukur dari ketiadaan tindak kejahatan, melainkan dari adanya rasa aman dan jaminan bagi masyarakat, termasuk untuk dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Hadir langsung menyaksikan jalannya upacara, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar.

Bacaan Lainnya

“Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, perusahaan berani berinvestasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, ekosistem yang kondusif dan penuh rasa saling menghormati antar-pemeluk agama merupakan salah satu kekuatan utama stabilitas keamanan Indonesia yang harus terus dijaga secara kolektif.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar hadir dalam Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara.
Guna mewujudkan hal tersebut, Presiden menginstruksikan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat sinergisitas dengan berbagai elemen terutama kementerian/lembaga terkait, salah satunya Kementerian Agama termasuk para ulama dan tokoh masyarakat.

“Perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama lembaga pemerintah lainnya, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, akademisi, dan media,” tegas Presiden.

Presiden juga menyoroti penegakan hukum yang berkeadilan dan berpihak pada kemanusiaan. Presiden menginstruksikan bahwa masyarakat wajib mendapatkan perlindungan, serta menuntut aparat untuk melayani setiap warga yang mencari kebenaran dan keadilan.

“Orang yang benar harus merasa aman, orang yang bersalah harus bertanggung jawab,” pungkasnya.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *