FACEINDONESIA.CO.ID- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, penanganan korban gempa NTT terus diperkuat melalui penyaluran sembako, makanan, tenda pengungsian, layanan kesehatan, bantuan khusus bagi ibu dan anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan MCK.
“Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia,” ujar Sodik saat memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Langkah tanggap darurat dilakukan sejak Sabtu (15/8/2026) dengan menerjunkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) ke Labuan Bajo. Tim tersebut mendirikan posko, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga di Desa Reo, Kabupaten Manggarai.
BAZNAS RI juga mengajak masyarakat dan para donatur turut mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi untuk mempercepat proses pemulihan di NTT.
“Kita berharap pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, munfiq, dan donatur untuk terus memberikan dukungan sedekah, infak, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai bergerak di NTT,” kata Sodik.
Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, gempa yang diikuti 995 kali gempa susulan tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 137 orang luka-luka, dan 5.659 warga mengungsi.
Selain itu, sebanyak 2.403 rumah dan 213 fasilitas umum di sejumlah kabupaten terdampak mengalami kerusakan.
BAZNAS RI memastikan bantuan kemanusiaan dan layanan bagi masyarakat terdampak terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascagempa NTT.(SAN)






