Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Bukan Mission Impossible

FACEINDONESIA.CO.ID- Pengakuan dunia terhadap ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia menjadi modal optimisme Pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, kepercayaan internasional tercermin dari keputusan Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Posisi ini menegaskan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.

Bacaan Lainnya

“Ini pengakuan dunia terhadap kokohnya perekonomian Indonesia dan Indonesia tetap berada pada kategori investment grade,” kata Prabowo saat menyampaikan Pidato Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pengakuan serupa datang dari lembaga pemeringkat China, Lianhe Ratings, yang memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil untuk penerbitan Panda Bond Republik Indonesia.

Menurut Prabowo, penilaian tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, kebijakan pemerintah dinilai efektif, ekonomi mampu menghadapi guncangan eksternal, serta inflasi tetap terkendali.

“Ini bukan kata Pemerintah. Ini bukan kata saya. Ini penilaian mereka terhadap kita,” tegasnya.

Optimisme tersebut menjadi modal Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026 dan mencapai 5,45 persen pada semester I-2026.

Prabowo yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat didorong hingga 6 persen.

“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun bisa mencapai angka 6 persen,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 6 persen pada 2027. Pemerintah dinilai memiliki pengalaman menghadapi tekanan global melalui bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

“Untuk 2027, kita perkirakan ekonomi bisa tumbuh sekitar 6 persen plus minus sedikit,” kata Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Purbaya menilai target tersebut realistis karena Pemerintah telah menyiapkan desain kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Berbagai respons terhadap gejolak global sepanjang 2026 juga menjadi bekal menghadapi ketidakpastian ekonomi tahun depan.

Sinergi kebijakan dinilai penting agar tekanan eksternal tidak langsung berdampak besar terhadap perekonomian domestik. Pemerintah akan terus mengoptimalkan kebijakan ekonomi untuk menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Optimisme ini turut mendapat dukungan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Menurutnya, target pertumbuhan 6 persen menjadi momentum bagi Indonesia untuk naik ke level pertumbuhan yang lebih tinggi.

“Tahun 2027 kita ditargetkan keluar dari zona pertumbuhan 5 persen. Pertumbuhan 6 persen adalah zona baru untuk menuju ke 8 persen,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Jumat (14/8/2026).

Misbakhun menekankan, pencapaian target tersebut membutuhkan konsolidasi kebijakan yang kuat. Kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan searah untuk menjaga likuiditas, memperkuat sektor riil, memperluas kredit perbankan, serta mendorong investasi.

“Target pertumbuhan 6 persen ini adalah sebuah pesan yang kuat kepada pasar untuk sama-sama kita optimis, membangun optimisme secara bersama-sama,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Kata kunci SEO: pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027, ekonomi Indonesia 6 persen, Prabowo Subianto, ekonomi Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, target pertumbuhan ekonomi 6 persen, investment grade Indonesia.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *