Holding UMKM Perkuat Ekspor Lada Putih Muntok

FACEINDONESIA.CO.ID-Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan sebagai model konsolidasi petani dan pengusaha UMKM untuk memperkuat rantai nilai komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir sekaligus memperluas akses pasar global.

Peluncuran ditandai dengan penetapan PT Cinquer Agro Nusantara sebagai operator Holding UMKM Klaster Perkebunan serta pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) senilai 159.680 dolar AS atau sekitar Rp2,86 miliar.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, Holding UMKM dirancang untuk mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi sehingga memiliki skala ekonomi dan posisi tawar lebih kuat.

“Holding UMKM adalah model untuk membangun kekuatan ekonomi secara bersama. Melalui Holding UMKM Klaster Perkebunan, kita ingin mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM agar memiliki skala, kapasitas, akses pembiayaan, kepastian pasar, dan daya saing yang lebih kuat sehingga mampu masuk ke rantai nilai nasional maupun global,” kata Bagus saat peluncuran di Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (15/8).

Menurut Bagus, model holding memungkinkan berbagai aspek usaha dikelola secara terintegrasi, mulai dari produksi dan pengumpulan komoditas, pembiayaan, peningkatan kapasitas dan pemenuhan standar, hingga pengolahan serta akses pasar.

Konsolidasi tersebut diharapkan memperkuat skala usaha petani dan UMKM, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat posisi tawar. Komoditas perkebunan unggulan daerah juga tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah untuk pasar nasional dan internasional.

Pelepasan 16 ton Lada Putih Muntok menjadi langkah awal implementasi Holding UMKM Klaster Perkebunan. Komoditas yang dikonsolidasikan melalui ekosistem holding dipersiapkan untuk memenuhi standar dan persyaratan ekspor sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju pasar internasional.

Lada Putih Muntok merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dari sisi kualitas, nilai tambah, dan perluasan pasar.

“Melalui konsolidasi dalam Holding UMKM, potensi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat posisi produk perkebunan Indonesia di pasar global,” ujar Bagus.

Ia menambahkan, peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan menjadi momentum memperkuat sinergi Kementerian UMKM dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin), khususnya dalam meningkatkan kesiapan komoditas UMKM memasuki pasar internasional.

Kolaborasi tersebut mencakup edukasi dan penyediaan informasi mengenai kebijakan serta persyaratan karantina, termasuk pengembangan web series yang dikemas secara praktis bagi pengusaha UMKM.

Langkah ini diharapkan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai ketentuan ekspor, memperkecil kesenjangan informasi, serta mempercepat kesiapan produk unggulan daerah memenuhi standar pasar internasional.

Kementerian UMKM terus memperkuat peran Holding UMKM agar tidak berhenti pada konsolidasi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan skala usaha, menciptakan nilai tambah, memperkuat efisiensi rantai pasok, memperluas akses pembiayaan, dan membuka pasar yang lebih luas.

Dengan ekosistem usaha yang terintegrasi, petani dan pengusaha UMKM diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam pengolahan, distribusi, hingga pemasaran sehingga memperoleh nilai tambah yang lebih baik.

“Peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan dan pelepasan Lada Putih Muntok menjadi langkah nyata untuk menghubungkan kekuatan komoditas daerah dengan pasar global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan pengusaha UMKM,” kata Bagus.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *