FACEINDONESIA.CO.ID – Menjelang tahun ajaran baru, banyak keluarga mulai menghadapi peningkatan kebutuhan pengeluaran. Selain biaya liburan sekolah, orang tua juga perlu menyiapkan anggaran pendidikan seperti uang pangkal, seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan belajar lainnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang mendorong masyarakat lebih selektif mengatur keuangan, pinjaman digital menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang mulai dipertimbangkan. Namun, pengguna diimbau memahami seluruh komponen biaya sebelum mengajukan pinjaman.
Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, Jonathan Christianto, mengatakan masyarakat tidak cukup hanya melihat besaran bunga, tetapi juga perlu memperhatikan biaya administrasi, tenor, serta total kewajiban pembayaran.
Menurutnya, meningkatnya literasi keuangan membuat masyarakat kini semakin memperhatikan transparansi biaya dan kejelasan rincian cicilan sejak awal pengajuan.
Sebagai bagian dari edukasi kepada pengguna, layanan SPinjam menghadirkan transparansi biaya melalui informasi rincian pinjaman dan simulasi cicilan sebelum pengajuan dilakukan.
Proses pengajuan dilakukan secara digital melalui aplikasi dengan tahapan verifikasi identitas dan persetujuan limit sesuai hasil peninjauan data.
Meski akses pembiayaan semakin mudah, masyarakat tetap disarankan menggunakan pinjaman secara bijak, menyesuaikan kemampuan membayar, serta memahami seluruh syarat dan ketentuan sebelum pencairan dana.(BRA)






