BAZNAS Strategic Development Dorong Penguatan Zakat untuk Atasi Kemiskinan di Kaltim

FACEINDONESIA.CO.ID-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui penyelenggaraan BAZNAS Strategic Development (BSD) mendorong seluruh jajaran amil BAZNAS se-Kalimantan Timur memperkuat pengelolaan zakat guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengoptimalkan pembangunan daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam acara BAZNAS Strategic Development (BSD) yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda), yang berlangsung selama 10 hingga 13 Agustus 2026 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dan diikuti seluruh amil dan amilat BAZNAS se-Kalimantan Timur.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., hadir sebagai pembicara dengan menyampaikan materi bertema “Manajemen Konflik dan Problem Solving”. Materi tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas amil dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan zakat di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, MA., Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, MAg., dan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Drs. H. Ahmad Nabhan.

Dalam arahannya, Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., menegaskan, pengelolaan zakat harus sejalan dengan dinamika sosial dan ekonomi di masing-masing daerah.

Zainut mengatakan, dibalik pembangunan di Kaltim yang terus pesat, ia mengingatkan masih ada sejumlah kantong-kantong kemiskinan yang masih membutuhkan bantuan.

“Dalam situasi ini, BAZNAS memegang posisi strategis untuk menyokong pembangunan daerah melalui pendayagunaan zakat yang tepat sasaran,” ujar Zainut dalam kegiatan BSD di Kota Samarinda, Kaltim, Selasa (11/8/2026).

Zainut menilai, keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya dana yang berhasil dihimpun. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang terjadi pada kehidupan mustahik setelah mendapatkan manfaat zakat.

Ia mendorong BAZNAS di Kalimantan Timur untuk terus melahirkan program yang inovatif, berbasis kebutuhan masyarakat, dan memiliki dampak jangka panjang.

“Kita ingin BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, kabupaten dan kota bergerak dalam satu arah, memenuhi standar tata kelola yang semakin baik, menggunakan data yang semakin akurat, serta mampu menghadirkan program-program yang benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Zainut juga mengapresiasi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperkuat peran BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga pengelolaan zakat di Kaltim semakin kuat, sehingga manfaatnya kian nyata dalam mendongkrak kesejahteraan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Drs. H. Ahmad Nabhan mengatakan, pelaksanaan BSD dan Rakorda menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan strategi pengelolaan zakat ke depan.

Ahmad Nabhan menegaskan, BAZNAS Provinsi Kaltim berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian zakat secara amanah dan tepat sasaran. Upaya tersebut dilakukan melalui lima pilar program utama yang menjadi landasan pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

“BAZNAS Provinsi Kaltim memiliki lima pilar program utama yang menjadi landasan dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa,” jelasnya.

Ia berharap forum BSD dapat semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kaltim dan BAZNAS kabupaten/kota. Dengan koordinasi yang lebih kuat dan arah kerja yang selaras, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *