FACEINDONESIA.CO.ID- PT United Tractors Tbk (UT) meresmikan Parts Distribution Center (PDC) Jakarta sebagai bagian dari transformasi digital rantai pasok untuk mempercepat dan meningkatkan keandalan distribusi parts kepada pelanggan.

Peresmian PDC Jakarta ditandai dengan flag off ceremony pengiriman parts ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Papua.

Presiden Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan, transformasi gudang berbasis digital dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui proses yang lebih sederhana, efisien dan akurat.

“Transformasi ini bukan hanya tentang bekerja lebih cepat, tetapi bagaimana kita membangun proses yang lebih sederhana, efisien, dan akurat terhadap kebutuhan pelanggan,” ujar Iwan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan data memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat sekaligus mengambil keputusan secara lebih tepat. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap proses operasional.

Peresmian PDC Jakarta merupakan bagian dari grand launching digital-based warehouse dengan tema Moving Faster and Growing Smarter. Fasilitas ini dikembangkan untuk memperkuat keunggulan operasional melalui pemanfaatan teknologi, data dan konektivitas.

Transformasi tersebut mencakup berbagai proses pergudangan, mulai dari receiving, put-away, storage, picking hingga dispatching. Seluruh proses dirancang untuk meningkatkan kecepatan pemenuhan kebutuhan pelanggan serta ketepatan waktu pengiriman.

UT menerapkan empat fondasi utama dalam transformasi gudang digital, yakni speed, accuracy, safety, dan network. Keempatnya diarahkan untuk mempercepat proses, meningkatkan akurasi persediaan, menjaga keselamatan kerja dan memperkuat konektivitas rantai pasok.

Dengan hadirnya PDC Jakarta, United Tractors berharap pelanggan semakin mudah memperoleh parts yang dibutuhkan, sehingga operasional dapat berjalan lebih lancar dengan layanan distribusi yang semakin cepat dan andal.

PT United Tractors Tbk merupakan distributor alat berat yang telah berdiri sejak 1972. Perusahaan menjalankan lima pilar bisnis, yakni Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, Industri Konstruksi dan Energi.

Dalam menjalankan kegiatan usaha, UT juga menerapkan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) serta menjalankan berbagai program yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *