FACEINDONESIA.CO.ID – Disaster Management Dompet Dhuafa (DMC) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Mitigasi Bencana, Simulasi, dan Evakuasi di SD Muhammadiyah Kalipakem I pada jumat, 17/07/2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 15 guru dan karyawan serta 153 peserta didik dengan rangkaian edukasi, praktik simulasi, dan evaluasi kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Raditya Wicaksono disela agenda mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya siaga bencana di lingkungan sekolah melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana. Dalam pelaksanaannya, guru dan karyawan memperoleh pembekalan mengenai pertolongan pertama, pengenalan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, serta pembagian tugas dalam penanganan keadaan darurat sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan sekolah”.
“Tidak hanya menerima materi, guru dan karyawan juga mengikuti simulasi penanganan keadaan darurat dengan menjalankan peran sesuai prosedur tanggap bencana. Mereka berlatih sebagai tim penolong dan tim evakuasi yang bertugas melakukan penyelamatan ketika terjadi gempa bumi. Dalam simulasi tersebut diterapkan skenario adanya dua korban, yaitu satu korban mengalami cedera pada bagian kepala, sedangkan korban lainnya mengalami patah tulang pada kaki dan tangan. Kedua korban kemudian mendapatkan penanganan awal sesuai prosedur pertolongan pertama sebelum dievakuasi menggunakan ambulans menuju lokasi yang aman,”tambah Raditya Wicaksono.
Di sisi lain, sebanyak 153 peserta didik memperoleh edukasi mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Melalui simulasi yang dipandu oleh tim Disaster Management Dompet Dhuafa Yogyakarta, siswa dilatih untuk tetap tenang, melakukan perlindungan diri saat gempa terjadi, mengikuti arahan guru, bergerak melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan, kemudian berkumpul di titik kumpul secara tertib dan aman hingga proses evakuasi dinyatakan selesai.
Rangkaian simulasi menjadi sarana untuk mengukur kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat sekaligus memperkuat koordinasi antara guru, karyawan, peserta didik, dan tim fasilitator. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media evaluasi terhadap efektivitas jalur evakuasi, pembagian peran setiap petugas, kecepatan penanganan korban, serta kelancaran proses evakuasi sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dalam penyusunan sistem kesiapsiagaan bencana di sekolah.
Melalui kegiatan ini, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Yogyakarta terus berkomitmen mendukung upaya pengurangan risiko bencana, khususnya di lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai tempat belajar sekaligus ruang tumbuh bagi peserta didik diharapkan memiliki sistem kesiapsiagaan yang baik sehingga seluruh warga sekolah mampu merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dengan terselenggaranya pelatihan dan simulasi ini, diharapkan SD Muhammadiyah Kalipakem I semakin siap mewujudkan lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan memiliki budaya siaga bencana sehingga mampu meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan seluruh warga sekolah apabila terjadi bencana.(SAN)





