VinFast Bangun Pabrik di Subang, Kejar TKDN 80 Persen

FACEINDONESIA.CO.ID- Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, memperkuat investasinya di Indonesia dengan membangun fasilitas manufaktur di Subang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

VinFast menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030.

Target tersebut sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil listrik meningkat dari 10.327 unit pada 2022 menjadi 43.193 unit pada 2024, kemudian mencapai 103.931 unit pada 2025.

Untuk mendukung pengembangan manufaktur lokal, VinFast menginvestasikan lebih dari 1 miliar dolar AS secara bertahap. Investasi tersebut antara lain digunakan untuk membangun pabrik di atas lahan seluas 171 hektare di Subang, dengan kapasitas produksi awal hingga 50.000 unit per tahun.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki lini produksi terintegrasi, mulai dari pengelasan bodi, pengecatan, perakitan hingga pengujian kualitas. VinFast juga menyiapkan kawasan pendukung untuk melibatkan pemasok dan kontraktor lokal.

Penguatan industri dan rantai pasok dalam negeri dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga pusat produksi dan pengembangan komponen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menekankan pentingnya penguatan rantai pasok nasional dalam pengembangan industri kendaraan listrik, termasuk melalui kemitraan dengan industri kecil dan menengah (IKM) komponen lokal.

VinFast berencana merakit sejumlah model kendaraan listrik di Indonesia, antara lain city car VF 3 dan VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, serta MPV listrik VF MPV 7.

Peningkatan kandungan lokal diharapkan memberikan dampak ekonomi lebih luas, mulai dari memperkuat industri komponen nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi, hingga mengurangi ketergantungan terhadap suku cadang impor.

Bagi VinFast, strategi peningkatan TKDN merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk tumbuh bersama industri otomotif Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.(DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *