FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan karakter melalui pengalaman belajar yang mendorong kemandirian, kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Perkemahan Anak Indonesia Hebat 2026 dengan tema “Tunas Aman, Sekolah Nyaman” yang diikuti 407 murid jenjang SMP dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, tersebut dibuka Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso.
Abdul Mu’ti mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter dengan pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif, sekaligus memperkuat hidden curriculum di lingkungan pendidikan.
“Pramuka menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pendidikan karakter dengan jiwa dan patriotisme kepanduan. Kepramukaan juga bagian dari upaya kami menumbuhkan rasa cinta tanah air, bersahaja, dan kebersamaan,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, Pramuka tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui pengalaman yang dijalani murid. Nilai-nilai Dasa Darma diharapkan membentuk murid yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu membangun hubungan baik dengan sesama.
Abdul Mu’ti berharap Perkemahan Anak Indonesia Hebat dapat menumbuhkan optimisme dan semangat generasi penerus bangsa. Filosofi tunas menjadi simbol harapan, optimisme, dan regenerasi agar murid tumbuh menjadi anak Indonesia yang hebat, mandiri, disiplin, serta mampu bekerja sama.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan, perkemahan tersebut dirancang untuk mengimplementasikan sejumlah program prioritas kementerian.
“Tujuannya menumbuhkan generasi muda yang berkarakter kuat, adaptif, kolaboratif, mandiri, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” kata Gogot.
Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif, rekreatif, dan kompetitif. Di antaranya Ruang Perjumpaan, gelar wicara, kegiatan kepemimpinan, Giat Rotasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, api unggun, seni budaya, kuis, serta Pasar Gagasan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math).
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso mengapresiasi pelaksanaan Perkemahan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari kolaborasi memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
Ia menyebut penguatan budaya sekolah aman dan nyaman sejalan dengan nilai-nilai yang telah lama ditanamkan dalam pendidikan kepramukaan melalui Trisatya dan Dasadarma.
Direktur Sekolah Menengah Pertama Mulyani Mega Hapsari menjelaskan, peserta memperoleh pengalaman langsung melalui berbagai aktivitas, mulai dari bekerja sama mendirikan tenda hingga kegiatan STEAM dan mengenal lingkungan sekitar.
Ia berharap pengalaman selama perkemahan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan murid dalam kehidupan sehari-hari.
Guru pendamping SMP Negeri 28 Kota Tangerang, Dini Safitri, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi murid untuk belajar disiplin, mandiri, terampil, dan bertanggung jawab.
Bagi para peserta, perkemahan juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru dan membangun persahabatan dengan murid dari berbagai daerah.
Muhammad Fikry, peserta dari SMP Negeri 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengaku tertarik mengikuti kegiatan karena terdapat beragam aktivitas serta kesempatan bertemu teman-teman dari berbagai daerah.
Sementara itu, Adellia Nafia dari SMP Negeri 28 Kota Tangerang mengatakan, pengalaman mengikuti perkemahan selama lima hari membuatnya memiliki banyak teman baru sekaligus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, Perkemahan Anak Indonesia Hebat 2026 diharapkan mampu memperkuat karakter murid sekaligus menumbuhkan generasi Indonesia yang aman, mandiri, disiplin, tangguh, kolaboratif, dan memiliki jiwa kepemimpinan.(ZID)






