Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Aceh Lancar

Dok.Kemenko Pangan

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di Aceh berjalan lancar dan stok tersedia untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam.

Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri rembuk tani bersama sekitar 400 petani di Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (13/6/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Aceh telah mencapai 92.575 ton atau sekitar 32 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 292.890 ton.

Dalam kegiatan tersebut, Zulhas didampingi Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia Ninis Kesuma Adriani, Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PAN Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha Ungu), serta Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Zulhas mengajak petani memanfaatkan momentum positif sektor pertanian.

Menurutnya, berbagai komoditas seperti singkong, jagung, tebu hingga padi memiliki prospek pasar yang baik.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah menjaga kesejahteraan petani melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Saat ini, harga gabah di Aceh Besar disebut telah mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram.

Menanggapi pertanyaan petani terkait rantai distribusi pangan yang panjang, Zulhas mengatakan pemerintah akan memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan ekonomi desa, mulai dari penyaluran pupuk, penyerapan hasil panen hingga distribusi bantuan pangan.

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Ninis K. Adriani menyebut hingga 11 Juni 2026 penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional mencapai 4,37 juta ton atau 44,4 persen dari total alokasi tahun ini.

Kabupaten Aceh Besar sendiri menjadi salah satu wilayah strategis pertanian di Aceh dengan sekitar 42.401 petani yang tergabung dalam 703 kelompok tani.

Usai agenda di Aceh, Zulhas melanjutkan kunjungan kerja ke Medan untuk menghadiri Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Gebyar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49.

Dalam kesempatan itu, Zulhas menilai program penguatan swasembada pangan pemerintah sejalan dengan semangat Teologi Al-Ma’un yang menekankan keberpihakan kepada masyarakat.

Data Kemenko Pangan menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 mencapai lebih dari 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi jagung juga tercatat naik menjadi 16,16 juta ton atau tumbuh 6,74 persen dibanding 2024. (SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *