FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tetapi harus mampu menjadi pencipta inovasi yang bersaing di pasar global.
Menurut Irene, perkembangan AI merupakan keniscayaan yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi pencipta dan pemain di pasar dunia,” ujar Irene dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil AI Economic Impact Report yang disusun Google bersama Public First.
Laporan itu memperkirakan pemanfaatan AI dapat memberikan kontribusi hingga Rp66 triliun per tahun bagi sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Selain itu, adopsi AI diproyeksikan melahirkan sekitar 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035 serta membuka peluang ekspor konten kreatif hingga Rp6,7 triliun per tahun melalui pengembangan dan lokalisasi konten berbasis AI.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bekerja sama dengan Google menghadirkan program beasiswa Creative Technology Future Talents.
Program pelatihan daring ini mencakup bidang Artificial Intelligence, Data Analytics, Project Management, dan Cybersecurity guna meningkatkan kapasitas kreator, inovator, serta technopreneur Indonesia menghadapi era transformasi digital.
Irene menambahkan, pemanfaatan AI juga harus dibarengi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Menurutnya, kepastian perlindungan karya menjadi kunci agar inovasi terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Sementara itu, Vice President of Government Affairs & Public Policy Google, Markham Erickson, menilai Indonesia memiliki modal besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital berbasis AI. Didukung populasi usia muda, tingginya adopsi teknologi, dan ekosistem ekonomi kreatif yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki peluang besar memaksimalkan manfaat AI.
Google pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab.(ZID)





