FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan, semangat Hari Kebangkitan Nasional menjadi dasar kebijakan pendidikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah menghadirkan pendidikan bermutu hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Fajar, kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
“Dulu kebangkitan nasional lahir dari kesadaran kaum terdidik untuk memajukan bangsa. Kini, semangat itu harus diteruskan dengan memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan berkualitas di mana pun mereka berada,” ujar Fajar, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan, program Pendidikan Bermutu untuk Semua yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan layanan pendidikan yang adil dan merata.
Selama menjabat wakil menteri, Fajar aktif mengunjungi berbagai daerah guna melihat langsung kondisi pendidikan di lapangan. Sejumlah wilayah yang didatangi antara lain Papua Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Sumatera Barat.
Dalam kunjungannya, Fajar mengaku banyak mendengar aspirasi guru dan sekolah di daerah pelosok terkait kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan.
Pemerintah juga terus mempercepat pemerataan mutu pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), salah satunya lewat revitalisasi sekolah dan distribusi Papan Interaktif Digital (PID).
Pada 2025, pemerintah telah merevitalisasi lebih dari 16 ribu sekolah dengan anggaran Rp16,9 triliun. Sementara pada 2026, revitalisasi ditargetkan menyasar sekitar 11.744 sekolah.
Selain itu, pemerintah sudah menyalurkan 282.180 unit PID ke berbagai sekolah, termasuk wilayah 3T. Setiap sekolah ditargetkan memiliki minimal tiga unit PID untuk mendukung pembelajaran interaktif berbasis digital.
Fajar menilai, revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran bukan sekadar pembangunan sarana, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Setiap sekolah yang diperbaiki, guru yang diperkuat, dan anak yang memperoleh akses pendidikan berkualitas merupakan bagian dari kebangkitan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (San)






