Kemendikdasmen Buka Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas kesempatan guru sekolah dasar (SD) meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris melalui Pelatihan Mandiri Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).

Pelatihan tersebut dibuka Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) di Rumah Pendidikan. Program ini menjadi bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Bacaan Lainnya

Dirjen GTK Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, PKGSD-MBI menjadi salah satu strategi mempersiapkan guru secara bertahap agar mampu menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.

“Kami mengharapkan dukungan Dinas Pendidikan dan UPT untuk mendorong satuan pendidikan yang menjadi sasaran prioritas, khususnya Sekolah Dasar yang belum memiliki guru dengan latar belakang bahasa Inggris, agar dapat mengikutsertakan atau mendorong perwakilan gurunya untuk mengikuti Pelatihan Mandiri PKGSD-MBI,” ujar Nunuk.

Ia mendorong para guru memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan pedagogik. Guru juga diharapkan tidak menganggap pelatihan sebagai beban tambahan, tetapi menerapkan materi yang diperoleh dalam pembelajaran di kelas.

“Belajar tidak hanya dilakukan ketika ada pelatihan. Belajar perlu menjadi bagian dari budaya dan keseharian guru,” katanya.

Program PKGSD-MBI menargetkan 90.447 guru SD. Melalui skema pelatihan mandiri, Kemendikdasmen menargetkan sekitar 30 ribu guru dapat mengikuti pelatihan setiap tahun. Dengan pola tersebut, seluruh kebutuhan guru SD yang mengajar Bahasa Inggris ditargetkan tuntas dilatih pada 2029.

Guru SD Widuri Baleendah, Kabupaten Bandung, Wenny Milasari, menilai pelatihan mandiri RGTK PKGSD-MBI bermanfaat bagi guru kelas yang belum memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara optimal.

“Belum semua guru memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara mumpuni, baik kosakata, grammar ataupun tenses secara terstruktur, sehingga dengan pelatihan ini memotivasi guru untuk belajar dan mau belajar Bahasa Inggris,” ujar Wenny.

Menurutnya, pelatihan juga membantu guru memahami metode pembelajaran Bahasa Inggris yang menarik, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Pelatihan Mandiri RGTK PKGSD-MBI mulai dilaksanakan pada Agustus 2026. Program terdiri atas tiga topik yang masing-masing dirancang untuk diselesaikan maksimal satu bulan setelah peserta memulai pembelajaran melalui RGTK.

Topik pertama membahas perkenalan diri dan keluarga, topik kedua mengenai komunitas di sekolah, sedangkan topik ketiga membahas rutinitas harian.

Pada akhir pelatihan, peserta akan mengikuti tes dan memperoleh surat keterangan setelah menyelesaikan topik pembelajaran. Program ini menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *