FACEINDONESIA.CO.ID- Menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan menjadi bagian dari keseharian Violend Trintje Ory, Account Officer (AO) PNM Mekaar. Perempuan 23 tahun itu harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari tempat tinggalnya untuk mendampingi kelompok nasabah di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.
Vio mendapat penugasan dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit baru sekaligus yang pertama milik PNM di Banda Neira. Tantangan yang dihadapi bukan hanya jarak, tetapi juga memperkenalkan PNM kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal layanan tersebut.
Ia pun mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan sosialisasi dan memperkenalkan program PNM Mekaar. Menurut Vio, membangun kepercayaan masyarakat membutuhkan kesabaran dan komunikasi yang baik.
“Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan,” ujar Vio.
Tantangan geografis juga menjadi bagian dari pekerjaan Vio. Untuk menjangkau sejumlah wilayah, ia bersama rekan-rekannya harus menyeberang laut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Keterbatasan transportasi tidak menghentikan pendampingan. Ketika sepeda motor belum dapat digunakan di wilayah seberang, Vio dan rekan-rekannya memilih berjalan kaki. Informasi mengenai PNM kemudian perlahan menyebar melalui warga yang telah menjadi nasabah.
Bagi Vio, menjadi AO PNM Mekaar bukan sekadar mencari calon nasabah, tetapi juga melihat perubahan kehidupan para ibu yang didampinginya.
Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memilih berhenti bekerja dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah setelah memperoleh modal usaha.
“Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat,” kata Vio.
Ia merasa bahagia melihat para ibu mulai memiliki usaha dan penghasilan yang dapat membantu perekonomian keluarga.
Kisah Vio menunjukkan pentingnya kehadiran tenaga lapangan dalam memperluas inklusi keuangan. Pendekatan langsung dan pendampingan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat hingga tingkat komunitas.
Kehadiran PNM di Banda Neira juga menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas akses layanan keuangan di berbagai wilayah Indonesia.
Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi yang terdiri dari BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM membangun ekosistem yang menghubungkan akses pembiayaan, simpanan, transaksi, pemberdayaan hingga pendampingan usaha.
Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kekuatan Holding UMi tidak hanya terletak pada besarnya ekosistem, tetapi juga pada kemampuan seluruh entitas untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Dhanny dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, para tenaga pemasar menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga tingkat komunitas, sekaligus membangun kepercayaan dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.(ZID)






