PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

FACEINDONESIA.CO.ID-Pendidikan tidak hanya soal belajar di ruang kelas dan mengejar nilai. Bagi puluhan pelajar dan mahasiswa anak nasabah PNM Mekaar dari berbagai daerah, pendidikan juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi dan menciptakan dampak positif.

Hal itu terlihat dalam Jambore Beasiswa PNM x Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026 di Magelang yang mengusung tema “Future Changemakers, From Dream to Impact”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi penerima Beasiswa PNM untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring, serta mengembangkan gagasan menjadi solusi yang bermanfaat.

Bacaan Lainnya

Program tersebut merupakan bagian dari PNM Peduli, program pemberdayaan dan tanggung jawab sosial PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Salah satunya diwujudkan melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak nasabah PNM Mekaar di berbagai wilayah Indonesia. Tahun ini, dukungan diperluas melalui pengembangan diri dan kompetisi dalam Jambore MEA 2026.

Peserta mengikuti dua fokus pengembangan, yaitu Young Entrepreneur dan Young Sociopreneur. Young Entrepreneur diarahkan untuk melihat peluang usaha dan menciptakan nilai ekonomi. Sementara Young Sociopreneur didorong memahami persoalan sosial maupun lingkungan dan merancang solusi yang berkelanjutan.

Sebelum mengikuti kegiatan di Magelang, peserta menjalani pendampingan intensif selama empat minggu secara daring. Mereka belajar memvalidasi persoalan, menyusun model bisnis atau solusi, memikirkan keberlanjutan, hingga mempresentasikan gagasan.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Idea and Impact Pitch Deck melalui sesi Demo Day. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini melatih peserta untuk berani menyampaikan ide, menerima masukan, bekerja sama, dan mempertanggungjawabkan gagasan. Ide terbaik juga berkesempatan memperoleh inkubasi lanjutan dari PNM.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary S. mengatakan, kesempatan untuk berkembang merupakan bagian penting dalam membangun masa depan anak-anak penerima beasiswa.

“Kami ingin anak-anak ini tidak hanya mendapatkan akses untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki keberanian untuk melihat dunia yang lebih luas. Mereka perlu merasakan bagaimana sebuah ide diuji, bagaimana bekerja bersama orang lain, dan bagaimana sebuah gagasan bisa memberi manfaat,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan PNM tidak hanya ditujukan kepada perempuan prasejahtera melalui PNM Mekaar, tetapi juga mencakup pendampingan agar nasabah dapat berkembang bersama usahanya. Dukungan kepada anak-anak nasabah menjadi bagian dari upaya agar proses “naik kelas” juga berlanjut kepada generasi berikutnya.

Dodot menilai pendidikan anak-anak nasabah merupakan investasi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pengalaman belajar, berkompetisi, membangun jejaring, dan menyampaikan gagasan di Jambore MEA 2026 diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk menghadapi dunia yang lebih luas.

“Ketika seorang anak berani bermimpi lebih jauh, sesungguhnya kita sedang membuka kemungkinan bagi perubahan yang jauh lebih besar di masa depan,” tambahnya.

Bagi PNM, pemberdayaan tidak berhenti pada membantu nasabah perempuan prasejahtera untuk berkembang. Membuka kesempatan bagi anak-anak mereka agar tumbuh lebih percaya diri, berdaya saing, dan mampu menciptakan dampak menjadi langkah berikutnya. (SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *