FACEINDONESIA.CO.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari mengapresiasi pembekalan yang diberikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kepada lebih dari 1.600 taruna Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Qodari, materi yang disampaikan Teddy bukan hanya membangkitkan semangat para taruna, tetapi juga menghadirkan teladan kepemimpinan yang lahir dari pengalaman nyata selama berkarier di dunia militer.
“Pak Teddy luar biasa. Beliau menjadi contoh bagi adik-adik taruna dan juga bagi yang lain,” ujar Qodari di Jakarta, Rabu (15/7).
Pembekalan selama sekitar tiga jam itu menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang berintegritas, menjunjung kebersamaan, serta memperkuat komitmen mengabdi kepada bangsa dan negara.
Dalam sesi tersebut, Teddy juga mengajak para taruna terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga disiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Qodari menilai, pesan Teddy agar berani memilih tantangan tersulit menjadi bagian paling berkesan dalam pembekalan tersebut.
“Pesan yang paling mengesankan, ‘Carilah yang paling sulit. Masuk ke sana’,” katanya.
Menurut Qodari, seorang pemimpin ditempa melalui keberanian menghadapi tantangan, kemauan menjalani proses, dan konsistensi meningkatkan kemampuan diri.
“Pak Teddy wajar menjadi pemimpin masa depan karena memahami proses dan syarat menjadi seorang pemimpin,” tegasnya.
Qodari juga menilai rekam jejak Teddy di lingkungan militer membuat materi yang disampaikan terasa autentik.
Teddy diketahui memiliki kualifikasi Kopassus, Sat-81 Gultor, serta US Army Ranger.
Pada 2019, Teddy menempuh pendidikan di United States Army Infantry School, Fort Benning, Amerika Serikat, dan meraih predikat International Honor Graduate di antara 185 peserta.
Ia juga menerima Commandant’s List Award serta Gold Army Physical Fitness Test dengan nilai kesamaptaan sempurna.
Setahun kemudian, Teddy lulus dari US Army Ranger School dan berhak menyandang Ranger Tab, salah satu kualifikasi elite Angkatan Darat Amerika Serikat.
Menurut Qodari, pengalaman tersebut membuat Teddy tidak hanya menyampaikan teori kepemimpinan, tetapi juga berbagi pengalaman nyata yang ditempa melalui pendidikan, disiplin, dan pengabdian.
“Pembekalan seperti ini penting karena para taruna membutuhkan teladan nyata. Untuk menjadi pemimpin bangsa dibutuhkan integritas, keberanian menghadapi tantangan, kapasitas yang terus diasah, serta komitmen mengabdi kepada negara,” pungkasnya.
Pembekalan tersebut diikuti lebih dari 1.600 taruna tingkat I, II, dan III Akmil. Dalam kegiatan itu, Seskab Teddy hadir bersama delapan rekannya yang turut berbagi pengalaman dan wawasan kepemimpinan kepada para taruna.(BRA)





