FACEINDONESIA.CO.ID-Sepanjang Januari–Mei 2026, kedua model tersebut mencatat ekspor 27.647 unit, disusul Raize sebanyak 22.262 unit dan Yaris Cross 16.855 unit.
Capaian itu mengantarkan Toyota Indonesia mempertahankan posisi sebagai eksportir kendaraan utuh (Completely Built-Up/CBU) terbesar di Tanah Air. Selama lima bulan pertama 2026, ekspor Toyota mencapai 121.832 unit atau tumbuh 12,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 108.501 unit.
Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Nyoman Winaya Adnyana, mengatakan tingginya permintaan terhadap Avanza, Veloz, Raize, dan Yaris Cross menunjukkan kendaraan yang diproduksi di Indonesia mampu bersaing di pasar global.
“Model yang diproduksi di Indonesia dikembangkan sesuai kebutuhan pelanggan dan diterima dengan baik di berbagai negara. Ini membuktikan daya saing industri manufaktur otomotif Indonesia semakin kuat,” ujar Nyoman, Jumat (10/7).
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga mencerminkan kemampuan Toyota Indonesia menghadirkan beragam model yang sesuai dengan karakteristik pasar dunia, terutama di segmen kendaraan A dan B.
Selain mobil konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi Toyota juga meningkat. Sepanjang Januari–Mei 2026, ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid mencapai 10.632 unit atau naik 42,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, Toyota menyumbang sekitar 58,8 persen dari total ekspor kendaraan utuh Indonesia yang mencapai 207.222 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).
Saat ini, Toyota mengekspor kendaraan produksi Indonesia ke lebih dari 100 negara.
Meningkatnya permintaan dari kawasan Asia dan Amerika turut mendorong pertumbuhan ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor Toyota di tingkat global.(BRA)






