FACEINDONESIA.CO.ID- PTPN IV PalmCo terus menjaga kearifan lokal masyarakat adat Dayak di tengah modernisasi industri perkebunan kelapa sawit. Melalui Regional V di Kalimantan, perusahaan melibatkan masyarakat adat dalam ritual Baremah sebelum peremajaan kebun sawit sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur dan kelestarian alam.
Ritual Baremah merupakan tradisi masyarakat Dayak untuk memohon restu kepada Sang Pencipta atau Jubata, sekaligus menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam. Bagi masyarakat adat, tanah tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kembayan, Thomas, mengapresiasi komitmen PTPN IV PalmCo dalam melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, pelaksanaan ritual adat mencerminkan penghormatan terhadap identitas dan nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
“Tradisi Baremah ini adalah warisan leluhur kami untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” ujar Thomas dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Ia menilai, konsistensi perusahaan dalam menghormati adat menunjukkan bahwa kegiatan perkebunan tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan ekonomi, tetapi juga memperhatikan hubungan sosial dan budaya dengan masyarakat sekitar.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menegaskan bahwa penghormatan terhadap adat istiadat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis berkelanjutan.
Menurut Arya, keberlangsungan usaha perkebunan tidak dapat dipisahkan dari dukungan dan keharmonisan hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional.
“Bagi kami di PTPN IV PalmCo, keberlanjutan bisnis tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan keharmonisan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” kata Arya.
Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan dalam tradisi Baremah di Kalimantan Barat menjadi wujud komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan kehidupan sosial.
Ritual Baremah dipimpin oleh tokoh spiritual setempat. Prosesi ini menyimbolkan harapan agar kegiatan peremajaan perkebunan berjalan lancar dan aman serta membawa manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Di tengah tuntutan industri sawit global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, penghormatan terhadap kearifan lokal menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat hubungan perusahaan dengan komunitas setempat dan meminimalkan potensi konflik sosial.
Melalui pelestarian ritual Baremah, PTPN IV PalmCo menunjukkan bahwa modernisasi perkebunan kelapa sawit dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya Dayak dan kepedulian terhadap lingkungan.(SAN)






