FACEINDONESIA.CO.ID – Janur Melengkung adalah bukti nyata kepedulian catin terhadap lingkungan. Program ini adalah sebagai dukungan Ekoteologi yang merupakan bagian dari Asta protas Kementerian Agama.
Ekoteologi sebagai bagian dari Asta protas Kementerian Agama mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Puluhan pasangan catin di Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang antusias menanam pohon sebelum melangsungkan akad nikah, momen paling sakral dalam kehidupan mereka.
Program ini diinisiasi oleh KUA Kecamatan Sumber dan diberi nama Janur Melengkung (Jaga Nusantara, Keluarga Peduli Lingkungan).
Kepala KUA Kecamatan Sumber, Djabar Alif mengatakan, Janur Melengkung merupakan tindak lanjut dari program Asta Protas Kementerian Agama dan Program MELATI (Madrasah Ekoteologi Lestarikan Alam dan Tingkatkan Iman) yang diinisiasi oleh Kepala Kemenag Rembang.
Puluhan Catin
Djabar mengatakan, program Janur Melengkung ini sudah dilaunching sejak Januari 2026. Hingga kini, sekitar 30 catin sudah melaksanakan program ini.
Dengan Janur Melengkung, setiap pasangan catin diajak untuk menanam pohon dan mengabadikan momen tersebut dengan foto dan video. “Kami minta catin tersebut untuk meng-upload atau menayangkan video tersebut ke medsos masing-masing atau berkirim video ke KUA Sumber, sebagai bukti kesungguhan dan komitmen mereka untuk memulai kehidupan baru,” kata Djabar.
Djabar mengatakan, Janur Melengkung ini menjadi program unggulan KUA Kecamatan Sumber. “Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan. Dengan menanam pohon, catin bisa mengambil makna bahwa menanam satu pohon adalah salah satu langkah kecil untuk menjaga keberlangsungan hidup untuk generasi mendatang, sekaligus menjadi simbol harapan dan cinta pernikahan mereka serta tumbuh bersama alam,” papar Djabar.
Menurutnya, Janur Melengkung menjadi bukti nyata manusia yang berperan sebagai khalifah di muka bumi dan diwajibkan untuk menjaga alam.
Pasangan catin Ainun Najib dan Laila adalah pasangan yang sudah mendaftar nikah di KUA Sumber. Mereka menanam pohon mangga.
Bagi Laila, menanam pohon adalah simbol komitmen mereka memulai kehidupan baru, dilanjutkan dengan merawat tanaman sebagai mereka merawat pernikahan mereka hingga bertumbuh besar dan berbuah banyak.
Dukungan Penuh
Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson menyampaikan apresiasi kepada KUA Sumber. Sebelumnya, KUA Kecamatan Kragan juga telah menerapkan program MELATI dengan mengajak catin pria untuk memberikan mahar bibit tanaman kepada mempelai wanita.
Mukson menyampaikan terima kasih kepada KUA dan masyarakat yang telah menyambut program Ekoteologi sebagai salah satu perwujudan program Asta Protas.
“Menjaga alam adalah kewajiban kita bersama. Semoga program yang sudah dilakukan adalah wakaf kita terhadap alam, bumi dan untuk kehidupan di masa mendatang,” ungkapnya. (San)





