FACEINDONRSIA.CO.ID – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan fasilitas Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Bali siap mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM). Saat meninjau langsung kompleks sekolah di Kabupaten Karangasem, Jumat (17/7), Dody menyebut hingga kini sebanyak 82 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah.
Menurutnya, fasilitas utama di Sekolah Rakyat Bali sudah berfungsi dengan baik. Namun, masih ada sejumlah fasilitas pendukung yang perlu segera disempurnakan, seperti drainase di area kamar mandi dan penambahan tempat sampah.
“Kunjungan ini untuk memastikan Sekolah Rakyat benar-benar siap digunakan. Saat ini sudah ada 82 Sekolah Rakyat yang beroperasi. Beberapa fasilitas pendukung masih perlu dibenahi dan saya sudah meminta penyedia jasa segera menyelesaikannya,” ujar Dody.
Ia menegaskan, penyempurnaan fasilitas tersebut penting agar aktivitas belajar mengajar berlangsung lebih nyaman bagi para siswa.
Selain itu, Dody meminta pihak sekolah membiasakan peserta didik menggunakan seluruh fasilitas dengan benar sekaligus menanamkan budaya hidup bersih sejak dini.
“Siswa perlu diberi pemahaman tentang penggunaan shower, toilet, dan fasilitas lainnya secara benar, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” katanya.
Dody menambahkan, bangunan utama Sekolah Rakyat Bali telah memadai untuk menunjang proses pembelajaran. Adapun pembangunan fasilitas pendukung lainnya akan diselesaikan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan jumlah peserta didik.
“Secara keseluruhan bangunannya sudah sangat baik, termasuk desain yang mengusung arsitektur khas Bali. Penyelesaian fasilitas lainnya akan dilakukan bertahap hingga seluruh kawasan berfungsi optimal,” jelasnya.
Sekolah Rakyat Provinsi Bali dibangun di atas lahan seluas 5,67 hektare di Jalan Kubu, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Kompleks pendidikan ini dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung serbaguna, kantin, dapur, tempat ibadah, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan sekolah tersebut memiliki nilai kontrak Rp255,5 miliar dengan progres fisik mencapai 95,11 persen.
Sejak 13 Juli 2026, Sekolah Rakyat Provinsi Bali telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti 195 siswa, didukung 25 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.(ZID)





