Laba BTN Naik 40,8 Persen Jadi Rp2,4 Triliun

Dok.BTN

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat kinerja positif sepanjang semester I-2026.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, bank pelat merah ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun, meningkat 40,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,70 triliun.

Bacaan Lainnya

Selain laba yang melonjak, kualitas aset BTN juga terus membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 2,99 persen dari 3,3 persen pada Juni 2025. Sementara Loan at Risk (LAR) menurun dari 20,2 persen menjadi 18,6 persen.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pertumbuhan tersebut menjadi bukti transformasi perusahaan berjalan sesuai rencana dan sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia.

“BTN tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional, tetapi juga membangun ekosistem layanan keuangan terintegrasi untuk mendukung Program 3 Juta Rumah serta memperluas akses layanan keuangan masyarakat,” ujar Nixon dalam paparan kinerja semester I-2026 di Jakarta.

Hingga Juni 2026, penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp418,11 triliun, naik 11,2 persen secara tahunan.

Pertumbuhan didorong kenaikan kredit perumahan menjadi Rp332,88 triliun dan lonjakan kredit nonperumahan menjadi Rp85,22 triliun.

KPR subsidi masih menjadi kontributor utama dengan nilai penyaluran mencapai Rp196,96 triliun, tumbuh 8,1 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pada Oktober 2025 telah tersalurkan sebesar Rp4,1 triliun.

Dari sisi aset, BTN membukukan total aset konsolidasi sebesar Rp545,16 triliun, meningkat 12,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,6 persen menjadi Rp433 triliun.

BTN juga berhasil menjaga cost of fund di level 3,01 persen melalui penguatan dana murah, peningkatan transaksi digital, layanan payroll, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai institusi.

Transformasi digital juga terus menunjukkan hasil positif. Aplikasi Bale by BTN kini telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna, didukung lebih dari 344 ribu merchant, 14 ribu developer, dan 59 pemerintah daerah. Jumlah transaksi meningkat 41,6 persen, sedangkan nilai transaksinya melonjak 55,3 persen dibanding tahun lalu.

BTN juga berhasil menekan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,7 persen, jauh lebih rendah dibanding 2 persen pada semester I-2025.

Menurut Nixon, pencapaian tersebut mencerminkan semakin baiknya kualitas aset dan pengelolaan risiko perseroan.

Sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai sekitar Rp12,6 triliun. Seluruh portofolio yang diambil merupakan kredit berkualitas sehingga memperkuat bisnis nonperumahan dan meningkatkan profitabilitas.

BTN berencana melanjutkan akuisisi tahap kedua pada kuartal III-2026 senilai sekitar Rp7,34 triliun.

Melalui strategi tersebut, perseroan menargetkan porsi kredit nonperumahan meningkat hingga sekitar 30 persen dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan, tanpa mengurangi fokus pada bisnis utama pembiayaan perumahan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *