FACEINDONESIA.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak negara mulai meminta bantuan pasokan pupuk hingga beras dari Indonesia di tengah gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Kondisi tersebut dipicu terganggunya rantai pasok dunia setelah penutupan Selat Hormuz.
Dalam sambutannya saat meresmikan Museum dan Rumah Singgah Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5), Prabowo menegaskan Indonesia harus mampu menjaga kekayaan alam demi kesejahteraan rakyat. Ia optimistis Indonesia dapat bangkit menjadi negara kuat dalam waktu yang tidak lama.
Menurut Prabowo, konflik di Timur Tengah membuat banyak negara panik karena distribusi energi dunia terganggu.
Penutupan Selat Hormuz disebut berdampak besar terhadap pasokan minyak dan gas yang menjadi bahan baku utama industri pupuk global.
“Sekarang banyak negara kesulitan karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup, sehingga pasokan energi terganggu,” ujar Prabowo.
Ia mengaku menerima laporan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk urea dari Indonesia. Namun pemerintah diminta tetap tenang dan tidak berlebihan menyikapi kondisi tersebut.
Prabowo menyebut Australia telah membeli 500 ribu ton pupuk urea dari Indonesia. Selain itu, Filipina, India, Bangladesh hingga Brazil juga meminta tambahan pasokan pupuk.
“Kita bantu semua. Ini menunjukkan Indonesia sekarang berada di posisi yang mampu membantu negara lain,” katanya.
Tak hanya pupuk, sejumlah negara juga mulai melirik Indonesia untuk membeli beras. Prabowo menilai kondisi tersebut menjadi bukti pentingnya menjaga ketahanan pangan dan memperkuat swasembada pertanian nasional.
Ia pun mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian, serta dukungan TNI dan Polri dalam menjaga program pangan nasional, termasuk pembangunan gudang dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). (San)





