FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat menangani insiden ledakan dan kebakaran di pabrik pengolahan herbal di Kawasan Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut menjadi peringatan penting bagi seluruh sektor industri untuk memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menurutnya, keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama di setiap kegiatan operasional industri.
“Peristiwa ini menjadi alarm bagi seluruh pelaku industri untuk semakin memperketat penerapan standar K3, khususnya pada penggunaan mesin bertekanan tinggi,” ujar Agus.
Ia menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro segera mengirim Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi guna melakukan verifikasi serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Laporan awal menunjukkan ledakan diduga dipicu suhu dan tekanan berlebih pada tabung sterilisasi di ruang produksi. Ledakan tersebut memicu kebakaran hebat hingga menyebabkan sebagian bangunan pabrik runtuh.
Akibat kejadian itu, seorang pekerja asal Mranggen, Demak, meninggal dunia.
Sementara tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang dan telah mendapat perawatan di RSUD dr. Adhyatma, MPH.
Plt Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan dugaan sementara penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas desain alat.
Untuk mendukung proses penyelidikan, operasional pabrik dihentikan sementara. Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang bersama pihak perusahaan masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab insiden, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian.
Kemenperin juga mengimbau seluruh industri manufaktur meningkatkan kalibrasi, inspeksi, dan perawatan berkala terhadap mesin berisiko tinggi sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan kerja nasional.(DEN)






