Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem SAF Nasional

Dok.Pertamina Patra Niaga

FACEINDONESIA.CO.ID – Pertamina Patra Niaga terus mempercepat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk mendukung industri penerbangan rendah emisi di Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam 3rd Annual Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 di Jakarta. Sebagai pionir pengembangan SAF di Tanah Air, Pertamina Patra Niaga memaparkan berbagai langkah membangun ekosistem SAF nasional.

Bacaan Lainnya

Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, mengatakan perusahaan telah mengembangkan SAF sejak lima tahun lalu.

Selain melakukan uji coba bersama Garuda Indonesia dan Pelita Air, tahun ini Pertamina juga menandatangani kontrak penjualan SAF dengan salah satu maskapai internasional untuk penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bali.

Menurut Joko, pengembangan SAF membutuhkan dukungan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan bahan baku, fasilitas produksi, pembiayaan, maskapai sebagai pengguna, hingga regulasi yang mendukung.

Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas produksi di Green Refinery Cilacap serta melakukan uji coba co-processing di Dumai dan Balongan.

Perusahaan juga memperkuat pasokan bahan baku melalui kemitraan dan sistem pengumpulan internal guna menyambut mandat penggunaan SAF sebesar 1 persen yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027.

Dalam rangkaian IAS 2026, PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Boeing Indonesia. Kerja sama ini mencakup edukasi SAF, pemetaan potensi bahan baku, penguatan kapasitas, kajian pasar, serta advokasi kebijakan.

Didukung kesiapan produksi dan kolaborasi lintas sektor, Pertamina Patra Niaga optimistis implementasi SAF akan semakin berkembang dan mempercepat transisi menuju industri penerbangan yang lebih ramah lingkungan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *