FACEINDONESIA.CO.ID- Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina (UPER) memperkuat sinergi dalam mendukung pendidikan, riset, keberlanjutan, dan percepatan transisi energi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Town Hall Meeting bertajuk “Continuity, Appreciation & New Leadership” di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menetapkan formasi kepemimpinan baru untuk memperkuat tata kelola dan kolaborasi antara ekosistem pendidikan dengan Pertamina Group.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, Pertamina Foundation memiliki peran strategis sebagai mitra Pertamina dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus memperkuat ekosistem yang mendukung pertumbuhan bisnis Pertamina Group.
“Pertamina Foundation harus menjadi enabler dan katalisator transformasi Pertamina Group,” ujar Agus.
Menurutnya, ke depan sejumlah fokus utama mencakup pencapaian zero incident HSSE, pengembangan teknologi informasi, riset biofuel, panel surya, pengelolaan sampah, serta pengembangan bisnis yang mampu membawa institusi menuju level global.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, Pertamina Foundation telah mengembangkan 44 Desa Energi Berdikari, melatih 6.325 UMKM, serta menyalurkan bantuan modal kepada 840 UMKM melalui program PFpreneur.
Program PFmuda juga telah mendampingi 367 proyek sosial dan membina 86 unit bisnis sociopreneur.
Di bidang lingkungan, Pertamina Foundation mendukung pengelolaan 2.939 hektare lahan yang terdiri dari 2.663 hektare area terestrial dan 276 hektare area pesisir. Program tersebut mencakup penanaman 4,7 juta bibit pohon, terdiri dari 1,9 juta bibit daratan dan 2,8 juta bibit mangrove.
Sementara di bidang pendidikan, sebanyak 6.619 penerima beasiswa PFprestasi telah mendapatkan dukungan melalui 44–47 mitra perguruan tinggi di Indonesia. Program PFsains juga menghasilkan 36 proyek inovasi teknologi yang mampu menekan emisi karbon hingga 34.719 kilogram CO₂ per tahun.
Universitas Pertamina turut mencatat sejumlah capaian, antara lain meraih Akreditasi UNGGUL dari BAN-PT berdasarkan SK No. 27/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2026. UPER juga masuk Top 4 kampus terbaik nasional untuk SDG 7 dalam THE Impact Rankings 2025.
Ketua Dewan Pengawas Pertamina Foundation periode 2021–2026 Syahrial Mukhtar menilai keberlanjutan harus menjadi bagian penting dari daya saing bisnis.
“PF dan UPER harus memosisikan diri sebagai creator value. Wilayah operasi Pertamina dapat menjadi living laboratory riset UPER, sedangkan program PF menjadi platform eksekusi serta scale-up solusi keberlanjutan,” katanya.
Dalam struktur baru, Dewan Pengawas Pertamina Foundation periode 2026 dipimpin Robby Rafid sebagai ketua, bersama Arya Dwi Paramita, Ivahtun Nurhayati, Erni Ginting, dan Bambang Pediantoro sebagai anggota.
Sementara itu, Prof. Ichsan Setya Putra resmi menjabat Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031 menggantikan Prof. Wawan Gunawan A. Kadir.
Kepemimpinan baru Pertamina Foundation dan UPER berkomitmen memperkuat tata kelola, kolaborasi lintas sektor, serta dampak program yang lebih terukur untuk mempercepat transformasi energi berkelanjutan.(ZID)






