Waspada Penipuan Tiket Whoosh, Beli di Kanal Resmi

Dok.KCIC

FACEINDOESIA.CO.ID – KCIC mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan layanan Whoosh melalui nomor WhatsApp tidak resmi. Masyarakat diminta hanya menghubungi Whoosh Contact Center resmi di 0811-8888-111 yang telah terverifikasi centang biru serta membeli tiket melalui kanal resmi.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan pelaku penipuan kerap menggunakan nama, logo, jadwal perjalanan, hingga materi promosi Whoosh untuk meyakinkan calon korban. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya hanya karena tampilan pesan terlihat resmi.

Bacaan Lainnya

“Pastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi benar-benar merupakan layanan resmi Whoosh,” ujar Eva dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7).

KCIC menegaskan tidak pernah meminta pembayaran tiket ke rekening pribadi maupun rekening yang dikirim melalui nomor WhatsApp tidak resmi.

Salah satu modus yang ditemukan berawal dari iklan di media sosial yang mengarahkan calon penumpang ke nomor WhatsApp palsu. Setelah itu, pelaku memberikan jadwal perjalanan, meminta data pribadi, lalu mengarahkan korban melakukan pembayaran ke rekening perorangan.

Pelaku juga menawarkan promo dan fasilitas perjalanan yang sebenarnya tidak tersedia.

KCIC mengingatkan tiket Whoosh hanya dijual melalui kanal resmi, yakni Aplikasi Whoosh, ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun Whoosh, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

Sementara itu, Whoosh Contact Center melayani informasi, pengaduan, kritik, saran, pemesanan rombongan, hingga voucher tiket. Seluruh transaksi dilakukan sesuai prosedur resmi dan tidak pernah menggunakan rekening pribadi.

Eva juga mengimbau masyarakat agar tidak membagikan data pribadi, kode OTP, PIN, kata sandi, maupun informasi pembayaran kepada pihak yang tidak dikenal. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta segera menghentikan komunikasi, menyimpan bukti percakapan, memblokir nomor tersebut, serta melaporkannya kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center.

“Kami terus meningkatkan edukasi dan pengawasan terhadap penyalahgunaan nama Whoosh agar masyarakat terhindar dari aksi penipuan,” tutup Eva.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *