FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Provinsi Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi model harmoni sosial dan penguatan moderasi beragama di Indonesia. Keberagaman masyarakat yang terjaga dengan baik dinilai menjadi modal penting untuk membangun kehidupan yang rukun dan damai.
Hal tersebut disampaikan Menag usai menerima audiensi Gubernur Maluku di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jum’at (13/3/2026). Menurutnya, kepemimpinan daerah yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Kepemimpinan yang inklusif sangat penting untuk merawat kebersamaan masyarakat yang majemuk,” ujar Menag.
Potensi Alam dan Budaya
Menag juga menilai Maluku memiliki potensi besar dari sisi keindahan alam, sejarah, dan budaya. Sejumlah wilayah di provinsi tersebut dinilai memiliki daya tarik yang kuat jika dikelola secara optimal.
“Maluku memiliki banyak kawasan yang sangat indah dan bernilai historis. Jika dikelola dengan baik, potensi ini dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan daerah,” kata Menag.
Selain itu, kekayaan seni dan budaya masyarakat Maluku juga dinilai menjadi keunggulan tersendiri. “Orang Maluku dikenal memiliki tradisi seni yang kuat. Banyak penyanyi dan seniman nasional berasal dari Maluku. Ini merupakan potensi budaya yang sangat berharga,” ujarnya.
Penguatan Moderasi Beragama
Dalam kesempatan tersebut, Menag menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat program Moderasi Beragama, termasuk melalui pengembangan kader-kader moderasi di berbagai daerah.
Menurutnya, Maluku memiliki modal sosial yang baik dalam mengembangkan nilai-nilai tersebut. “Kader moderasi beragama di Maluku berkembang dengan baik. Ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kehidupan beragama yang damai,” jelas Menag.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang mencerahkan dan menyejukkan dalam membangun harmoni di tengah masyarakat. “Dakwah yang membawa pesan kedamaian dan memperkuat persaudaraan perlu terus dikembangkan,” katanya.
Penguatan Kolaborasi Pendidikan Keagamaan
Menag juga mendorong penguatan kolaborasi antar lembaga pendidikan keagamaan di Maluku, termasuk perguruan tinggi keagamaan. Menurutnya, interaksi dan kerja sama lintas lembaga pendidikan dapat menjadi ruang pembelajaran toleransi dan saling memahami sejak dini.
“Perguruan tinggi keagamaan perlu membangun kerja sama yang lebih luas agar nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai semakin kuat di tengah masyarakat,” tuturnya.
Menag optimistis dengan potensi masyarakat serta dukungan berbagai pihak, Maluku dapat terus berkembang sebagai daerah yang damai dan menjadi contoh dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman. (San)





