Menag Apresiasi Program Dakwah di Televisi, Dorong Dai Indonesia Go International

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi program dakwah di televisi yang dinilai berhasil melahirkan dai-dai muda berprestasi dengan gaya dakwah moderat. Apresiasi itu disampaikan usai menyaksikan penampilan para grand finalis Akademi Sahur Indonesia (AKSI) di Studio Indosiar, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

“Atas nama pribadi dan pemerintah juga memberikan apresiasi, terima kasih kepada jasa besar Indosiar yang mengorbitkan putra-putra Indonesia menjadi mendunia. Kita semakin dikagumi dunia karena hebatnya penampilan-penampilan anak-anak bangsa yang berprestasi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurut Menag, potensi dai Indonesia saat ini mendapat perhatian dari luar negeri. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena keterbatasan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

“Kita usulkan mungkin nanti ke depan kita sudah waktunya go public. Audisi-audisi yang berbahasa Inggris atau paling tidak dikombinasikan. Sebab Jepang minta 30 orang di bulan Ramadan ini dan juga di Amerika minta sekitar 30 orang juga, tapi kita tidak bisa mengirim sebanyak itu. Kenapa? Karena kemampuan bahasa Inggris anak-anak kita itu kurang. Mereka minta yang bisa berbahasa Inggris,” ungkapnya.

Selain itu, Ia menilai gaya dakwah dai Indonesia memiliki keunggulan tersendiri yang menjadi daya tarik global. Pendekatan yang digunakan dinilai lebih menyejukkan dan inklusif.

“Sekarang orang mencari penceramah dari Indonesia. Gaya dakwahnya penceramah Indonesia itu tidak menyerang orang, tidak menyalahkan orang, tidak men-justice, tetapi memberikan sugesti, memberikan energi, memberikan semangat yang luar biasa. Dan ini yang kita butuhkan di masa depan,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Menag menjelaskan konsep Islam moderat yang menjadi pendekatan Kementerian Agama. Menurutnya, moderasi beragama tidak berarti menyamakan semua perbedaan, melainkan mengelola keberagaman secara harmonis.

“Bagaimana Islam moderat itu, bagi kami di Kementerian Agama mengartikan Islam moderat itu bukan menyamakan sesuatu yang berbeda atau bukan membedakan sesuatu yang sama. Tapi biarkan berbeda itu tetap berbeda, yang sama itu tetap sama, tapi kita hidup rukun satu sama lain, itu yang kita harapkan,” ujarnya.

“Kita terbiasa berbeda pendapat karena konfigurasi kita juga sangat indah. Karena saya mohon betul seluruh warga Indonesia, mari kita berani berpikir lain, mari kita berprestasi, sebab kompetisi di tingkat internasional itu luar biasa,” tutup Menag.

Program AKSI yang tayang setiap Ramadan menjadi salah satu ajang pencarian bakat dai dan dai muda di Indonesia. Melalui kombinasi dakwah, hiburan, dan kompetisi, program ini dinilai mampu mencetak pendakwah dengan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berpotensi menembus panggung internasional. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *