FACEINDONESIA.CO.ID – PT Summarecon Agung Tbk resmi memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Bekasi.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperkuat konektivitas transportasi massal di Kota Bekasi.
Groundbreaking pembangunan stasiun digelar di Bekasi, Jumat (24/7/2026).
Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, jajaran PT KAI, serta manajemen Summarecon.
President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi wujud sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menghadirkan kawasan berorientasi transit yang mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi publik.
Menurutnya, kehadiran stasiun baru ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Stasiun Bekasi yang saat ini beroperasi. Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sedangkan Stasiun Bekasi eksisting difokuskan melayani penumpang dari wilayah utara dan timur.
“Melalui Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari TOD Summarecon, mobilitas masyarakat akan lebih efisien, konektivitas kawasan meningkat, dan mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang berkelanjutan,” ujar Adrianto.
Ia menambahkan, kontribusi Summarecon dalam pembangunan infrastruktur Bekasi telah dimulai sejak 2010 melalui pembangunan Fly Over KH Noer Ali sepanjang satu kilometer yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Kota Bekasi sekaligus membantu mengurai kemacetan.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY menyambut baik proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan yang produktif sesuai konsep TOD.
“Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit,” kata AHY.
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyebut proyek ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat jaringan perkeretaapian nasional.
Selain meningkatkan kapasitas layanan kereta api, proyek ini juga mendukung integrasi antarmoda dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal.
Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan 6.733 meter persegi. Bangunan tiga lantai tersebut akan dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge sebagai bagian dari kawasan TOD Summarecon Bekasi.
Ke depan, kawasan TOD Summarecon Bekasi juga akan dikembangkan dengan jaringan transportasi massal yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, Summarecon Bekasi, hingga Stasiun LRT Jabodebek sepanjang sekitar lima kilometer.(ZID)





