Di Forum ASEAN, Indonesia Sepakati Penguatan AI Beretika di Dunia Pendidikan

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Penguatan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang beretika menjadi salah satu kesepakatan utama dalam 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) di Singapura. Sejalan dengan kesepakatan tersebut, Indonesia terus memperkuat transformasi pendidikan digital melalui pembelajaran AI dan koding di sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan para menteri pendidikan ASEAN sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pemerataan pendidikan, pendidikan inklusif, serta pemanfaatan AI di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa  para menteri pendidikan  di ASED menyepakati bahwa penggunaan AI berjalan beriringan dengan penguatan etika  dalam pembelajaran mencakup pengajaran dasar, tata krama penggunaan, hingga visi menjadikan teknologi sebagai jembatan persahabatan antarnegara.

“Tadi termasuk yang disepakati adalah soal bagaimana penggunaan AI yang meliputi tiga hal, yaitu  bagaimana mengajarkan anak-anak untuk bisa menggunakan AI, etika soal keadaban penggunaan AI, bahkan mengembangkan gagasan beyond AI,” Abdul Mu’ti, Rabu (22/7).

Menteri Mu’ti1 menegaskan bahwa penguatan AI dan koding merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kompetensi digital peserta didik. Transformasi tersebut telah diterapkan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
1
Selain itu, saat ini, AI dan koding menjadi mata pelajaran pilihan mulai kelas V SD dan akan terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi guru serta penyediaan1 sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Ke depan,1 Kemendikdasmen menargetkan AI dan koding menjadi mata pelajaran wajib setelah kesiapan sumber daya11 manusia dan sarana prasarana pendukung terpenuhi.  “Ke depan ketika sumber daya manusia dan sarana1 prasarana sudah siap,  AI akan kami jadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah di Indonesia,” tegas Menteri Mu’ti.

Bagi Indonesia, penguatan AI dan koding merupakan investasi pendidikan jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mengembangkannya secara kreatif, bertanggung jawab, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat inilah yang terus diperkuat melalui kolaborasi pendidikan di tingkat ASEAN.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *