Lesca Gadai Premier Ubah Aset Mewah Jadi Sumber Likuiditas

PT Lesca Gadai Premier menghadirkan konsep Smart Liquidity, yakni solusi pembiayaan yang memungkinkan pemilik aset mewah memperoleh dana tunai tanpa harus menjual koleksi bernilai tinggi yang berpotensi mengalami kenaikan harga di masa depan. Foto: Dok. Lesca Gadai Premier

FACEINDONESIA.CO.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih dipengaruhi volatilitas pasar, perubahan suku bunga, dan dinamika geopolitik, barang mewah kini semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang mampu menjaga nilai kekayaan. Aset seperti jam tangan premium, tas desainer, hingga berlian tidak lagi sekadar simbol prestise, tetapi juga dapat menjadi sumber likuiditas yang cepat dan aman.

Melihat tren tersebut, PT Lesca Gadai Premier menghadirkan konsep Smart Liquidity, yakni solusi pembiayaan yang memungkinkan pemilik aset mewah memperoleh dana tunai tanpa harus menjual koleksi bernilai tinggi yang berpotensi mengalami kenaikan harga di masa depan.

Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, mengatakan tren pemanfaatan aset mewah sebagai instrumen keuangan semakin meningkat sepanjang 2026.

Banyak pengusaha maupun kolektor memilih mempertahankan aset mereka karena prospek apresiasi nilai yang menjanjikan, namun tetap membutuhkan akses dana cepat untuk mendukung kebutuhan usaha dan pengelolaan arus kas.

“Pemilik aset mewah kini lebih memilih memanfaatkan aset yang dimiliki sebagai sumber likuiditas dibanding melepasnya. Kami hadir untuk memberikan solusi pembiayaan yang aman dan fleksibel,” ujar Bastian di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, di tengah fluktuasi instrumen investasi konvensional seperti saham dan obligasi, pasar barang mewah justru menunjukkan daya tahan yang kuat. Sejumlah produk premium, termasuk jam tangan merek ternama dan tas eksklusif, tetap mampu mempertahankan bahkan meningkatkan nilainya di atas tingkat inflasi.

Kepercayaan nasabah terhadap layanan Lesca Gadai Premier didukung sistem pengelolaan yang mengacu pada standar internasional. Perusahaan telah mengantongi sertifikasi ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bastian menegaskan, keamanan aset dan perlindungan data menjadi prioritas utama perusahaan.

Seluruh barang yang dijaminkan disimpan di fasilitas penyimpanan berstandar tinggi dengan pengendalian lingkungan yang dirancang untuk menjaga kualitas aset tetap optimal. Selain itu, kerahasiaan identitas dan transaksi nasabah juga dijaga melalui sistem keamanan informasi yang terintegrasi.

Dalam proses penilaian aset, Lesca Gadai Premier menerapkan metode appraisal profesional dengan dukungan teknologi verifikasi modern. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kondisi fisik barang, tetapi juga potensi nilai investasinya di masa depan. Pendekatan tersebut memungkinkan nasabah memperoleh plafon pinjaman yang kompetitif dan sesuai dengan nilai pasar wajar.

“Kami mengedepankan transparansi dalam setiap proses penilaian sehingga nasabah mendapatkan nilai pembiayaan yang optimal dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Bastian.

Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, perusahaan juga mengembangkan layanan White Glove Service.

Melalui layanan ini, seluruh proses transaksi, mulai dari penilaian aset hingga pencairan dana, dapat dilakukan tanpa perlu mengunjungi gerai. Tim profesional akan mendatangi lokasi nasabah dengan prosedur keamanan yang ketat untuk melakukan penilaian dan pengambilan aset secara langsung.

Layanan tersebut ditujukan bagi nasabah premium yang membutuhkan fleksibilitas, efisiensi waktu, dan tingkat privasi yang tinggi.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, Lesca Gadai Premier berencana memperluas jangkauan layanan ke sejumlah kota besar, termasuk Surabaya dan Medan, dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan menggabungkan keahlian kurasi aset, sistem keamanan berstandar internasional, serta layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah, Lesca Gadai Premier optimistis dapat memperkuat posisinya di industri pergadaian barang mewah nasional sekaligus membantu masyarakat mengelola likuiditas secara lebih efektif di tengah tantangan ekonomi global. (san)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *