FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan National Dual Vocational Education and Training (National DVET) 2026 untuk memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Program ini ditujukan mencetak SDM industri yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Sidik Herman, mengatakan National DVET bukan sekadar seminar, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, industri, serta mitra pembangunan internasional.
“Hari ini kita meluncurkan National DVET. Ini bukan hanya rangkaian kegiatan, tetapi ruang belajar bersama untuk memperkuat pendidikan vokasi,” ujar Sidik saat membuka National DVET 2026 di Gedung PIDI, Jakarta, Selasa (21/7).
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman Indonesia, Swiss, dan Jerman dalam mengembangkan sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Praktik-praktik terbaik yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan lebih luas di berbagai institusi pendidikan vokasi.
Sidik menegaskan, kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pendidikan vokasi. Sekolah dan industri harus menjadi mitra yang setara dalam menyiapkan talenta masa depan.
Sejak 2018, BPSDMI menjalin kerja sama dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) melalui Program Skills for Competitiveness (S4C) serta berkolaborasi dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dalam reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.
Kerja sama tersebut kini berlanjut melalui S4C fase kedua bersama Swisscontact dan program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) bersama GIZ.
Kolaborasi itu telah menghasilkan berbagai capaian, mulai dari hibah peralatan praktik, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, pengembangan perangkat pembelajaran, hingga penguatan kemitraan antara pendidikan vokasi dan industri.
BPSDMI juga terus mendorong transformasi pendidikan vokasi melalui penerapan dual system, penguatan workplace trainer, pengembangan Career Development Center, serta digitalisasi layanan pendidikan agar lulusan lebih mudah terserap dunia kerja.
National DVET 2026 berlangsung selama tiga hari dengan fokus pada tiga isu strategis, yaitu Industrial Based Curriculum, Structured Internship, dan Green Jobs.
Ketiga tema tersebut dinilai menjadi fondasi dalam menyiapkan lulusan vokasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadapi tantangan industri masa depan.
Sidik mengajak pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, asosiasi profesi, dan mitra internasional terus memperkuat sinergi guna membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Ia berharap praktik-praktik baik yang dibagikan melalui National DVET dapat diadopsi lebih banyak institusi pendidikan maupun perusahaan.(ZID)





